Kabid Pemberantasan dan Plt Kepala BNNP Kalteng Ruslan Abdul Rasyid

PALANGKA RAYA, Supersemar News – Masih maraknya peredaran dan pengguna narkoba di Kalimantan Tengah (Kalteng) membuat masyarakat menjadi resah.

Dengan banyaknya pengedar narkoba yang sudah diringkus Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat kepolisian, tidak menutup kemungkinan masih banyaknya juga pengguna narkoba di Kalteng.

Kabid Pemberantasan dan Plt Kepala BNNP Kalteng Ruslan Abdul Rasyid menjelaskan, persoalan teknis anggaran yang membuat BNNP Kalteng sebelumnya sempat fakum akibat pemblokiran kelembagaan, namun setelah Lebaran BNNP Kalteng kembali menyusun strategi umtuk melakukan pemberantasan dan pencegahan narkoba.

“Kami antara pencegahan dan pemberantasan itu harus seimbang. Jadi bukan hanya mengedepankan pemberantasan, pencegahannya kita juga harus jalan. Bagaimana kita membuat Kalteng itu bebas narkoba,” kata Ruslan saat ditemui di kantor BNNP Kalteng, Sabtu (26/4).

Ruslan juga menegaskan, dari Bid Berantas saat ini sudah mulai aktif kembali untuk meninjau formasi jaringan di lapangan, guna memutus mata rantai peredaran narkoba masuk ke wilayah Kalteng.

“Dari berantas juga kita mulai aktif untuk di lapangan, bagaimana formasi di lapangan, formasi secara IT-nya, jaringannya untuk update berita jaringannya ini,” ungkapnya.

Ia juga membenarkan, untuk saat ini di Kalteng, dengan tingkat pengguna dan pengedar yang terus ada. Kalteng masih dalam status darurat narkoba.

“Untuk saat ini sesuai dengan pemetaan jaringan dan dengan tingkat pengguna yang ada di Kalteng masih darurat narkoba,” ungkapnya.

Ruslan juga menyebutkan, sesuai dengan fakta dan analisa serta pemeriksaan yang dilakukan BNNP Kalteng, ada beberapa daerah yang menjadi zona merah atau tingkat peredaran dan pengguna narkoba di daerah tersebut cukup tinggi.

“Sebelum kita menetapkan daerah berstatus zona merah harus ada standarisasi, berdasarkan fakta hasil pemeriksaan daerah ini ramai menjadi tujuan pemakai, contoh Gunung Mas, Sampit di daerah sawit seperti Parenggean, Kapuas, Pujon, Seruyan Tengah, yang paling banyak perusahaan sawit dan tambang,” sebut dia.

Untuk di daerah sendiri, saat ini darurat narkoba banyak didominasi oleh pekerja tambang dan sopir truk perusahaan kelapa sawit, karena faktor jenis pekerjaan yang fisik yang cenderung menjadi sasaran narkoba.

Menurutnya, wabah peredaran narkoba sudah memasuki tidak hanya kalangan dewasa saja, namun pasti akan merambah ke pelajar dan remaja, namun hingga saat ini belum ada kasus pelajar terjerat narkoba yang ditangani BNNP Kalteng.

“Insya Allah kita berusaha meredam, tapi tidak menutup kemungkinan ada pelajar yang menggunakan narkoba, terkait dengam jumlah pelajar yang kita tangani alhamdulillah masih bisa dibilang tidak ada,” tuturnya.

Saat ini BNNP rutin melaksanakan giat kampanye anti narkoba di SMA dan SMP, banyak undangan dari sekolah yang meminta narasumber BNNP Kalteng terkait dengan pencegahan peredaran dan penggunaan narkoba.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Kalteng agar tidak tergiur dan terpengaruh dengan bisikan yang mengenakan, karena bisikan yang mengenakan belum tentu baik untuk kamu.

“Dalam rangka mencegah peredaran narkoba kita mengimbau jangan kamu makai narkoba, itu pasti bagi pelaku narkoba sangat mengganggu, tetapi tujuan kita bagaimana supaya penyalahgunaan itu sembuh dari narkoba, karena itu penyakit,” imbaunya.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap anak yang paling utama dalam mencegah narkoba masuk ke ranah pelajar yaitu pengawasan orang tua dan keluarga.

“Pengawasan yang paling utama adalah pengawasan orang tua, berhasil atau tidaknya seorang anak di luar tergantung dari pola pengasuhan orang tua, pendidik pertama sebenarnya itu adalah di keluarga,” pungkasnya.

(tabengan.co.id)
(Lilis Susanti)