
SAMPIT, Supersemar News – Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, secara resmi membuka Rembuk Stunting Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2025 dan Launching Aplikasi Silaras dengan tema “Bersama Menurunkan Stunting Menuju Kotawaringin Unggul”, Kamis (19/6/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Halikinnor menekankan pentingnya pencegahan stunting melalui 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang memerlukan dukungan dari semua pihak. Stunting adalah kondisi dimana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya, yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal kelahiran.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, jumlah balita pendek di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 2.543 anak (stunting) atau 19,61% dari total 12.966 balita yang diukur pada bulan timbang Desember tahun 2024. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah melakukan berbagai upaya inovasi dalam percepatan penurunan stunting, seperti Grebek Stunting dan Dapur Sehat Atasi Stunting.
Bupati Halikinnor berharap bahwa Rembuk Stunting ini dapat menghasilkan inovasi program dalam penanganan stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur dan dapat menghasilkan kesamaan pandangan dan persepsi dalam penanganan stunting.
Oleh karena itu, diharapkan kerja sama perangkat daerah, pemerintahan kecamatan, dan pemerintah desa agar saling bersinergi dalam mengatasi masalah stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur, jelas Halikinnor.
Aplikasi Silaras adalah suatu aplikasi untuk memudahkan pelaporan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang merupakan program pemberdayaan masyarakat untuk memenuhi gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting.
Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penanganan stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur, pungkasnya.
(Fauji)