
ANKARA, Supersemar News – Prototipe terbaru jet tempur generasi kelima KAAN buatan Turkiye yang dipesan Indonesia mulai menjalani uji coba di landasan pacu (taxi test) sebelum mengudara.
Rekaman uji coba itu dirilis oleh Industri Dirgantara Turkiye (Turkish Aerospace) pada Jumat (31/7/2026).
Dalam video yang diunggah melalui akun NSosyal milik Turkish Aerospace, prototipe KAAN terlihat bergerak menggunakan tenaga mesinnya sendiri di landasan pacu fasilitas perusahaan di Ankara.
Pesawat tersebut masih belum menggunakan skema cat akhir karena masih berada dalam tahap pengembangan.
Uji coba di landasan pacu ini merupakan bagian dari pengujian di darat (ground test) sebelum pesawat menjalani uji terbang berikutnya.
Prototipe yang menjalani uji coba kali ini adalah KAAN P1, bukan prototipe pertama yang sebelumnya telah melakukan penerbangan perdana pada Februari 2024.
Menurut AeroTime, prototipe pertama yang diberi kode P0 digunakan untuk memvalidasi karakteristik dasar penerbangan, sistem kendali terbang, dan platform pesawat secara keseluruhan. Pesawat tersebut lebih dulu menjalani uji coba di landasan pada Maret 2023 sebelum terbang dua kali pada 2024, yakni pada 21 Februari dan 6 Mei.
Dalam penerbangan kedua, KAAN mengudara selama 14 menit hingga mencapai ketinggian 10.000 kaki.
Setelah menyelesaikan tahap tersebut, P0 kini dialihkan untuk pengujian sistem di darat, sementara program uji terbang selanjutnya akan ditopang oleh prototipe P1 dan P2 yang dikembangkan berdasarkan evaluasi dari penerbangan prototipe pertama.
Presiden dan CEO Turkish Aerospace Mehmet Demiroglu sebelumnya mengatakan bahwa P1 diperkirakan akan melakukan penerbangan pertamanya dalam beberapa bulan ke depan setelah seluruh pengujian sistem dan pengujian di darat selesai.
Ia juga menyebut prototipe P2 ditargetkan menyusul terbang sebelum akhir 2026 sehingga kedua pesawat dapat menjalani kampanye uji terbang secara bersamaan hingga penghujung tahun.
Demiroglu menambahkan, Turkish Aerospace saat ini memiliki 10 mesin F110 di Ankara untuk kebutuhan pengembangan dan uji terbang prototipe.
Perusahaan juga tengah mengadakan 80 mesin tambahan untuk produksi awal setelah proses izin ekspor dari Amerika Serikat memperoleh persetujuan Kongres pada Juli 2026.
Indonesia jadi pelanggan ekspor pertama

KAAN merupakan jet tempur generasi kelima yang dikembangkan Turkiye untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udara negara tersebut sekaligus pasar ekspor.
Indonesia menjadi pelanggan ekspor pertama program KAAN setelah menandatangani kontrak pembelian 48 unit pada 2025.
Berdasarkan pengumuman Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan saat itu, seluruh pesawat akan diproduksi di Turkiye dan dikirim ke Indonesia secara bertahap dalam jangka waktu sekitar 10 tahun.
Nilai kontrak tersebut mencapai sekitar 10 miliar dollar AS, menjadikannya rekor ekspor industri pertahanan terbesar bagi Turkiye. Kesepakatan itu juga mencakup kerja sama teknologi dengan melibatkan kemampuan manufaktur dalam negeri Indonesia dalam proses produksi.
Sementara itu, Turkish Aerospace menargetkan pengiriman pertama KAAN Block 10 kepada Angkatan Udara Turkiye tetap dimulai pada 2028. Gelombang awal terdiri atas 20 pesawat yang dijadwalkan dikirim secara bertahap hingga 2030.
Sumber : kompas.com
