
SAMPIT, Supersemar News – Di tengah dinamika ekonomi nasional yang masih diwarnai berbagai tantangan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) justru menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi daerah meningkat, sementara angka kemiskinan dan pengangguran berhasil ditekan sepanjang tahun 2025.
Capaian tersebut disampaikan Wakil Bupati Kotim, Irawati, saat menyampaikan laporan dalam rapat paripurna DPRD Kotim.
Data yang dipaparkan menunjukkan sejumlah indikator makro ekonomi daerah bergerak ke arah yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Laju pertumbuhan ekonomi Kotim tercatat naik dari 4 persen pada 2024 menjadi 5,82 persen pada 2025.
Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha mulai tumbuh lebih kuat setelah melewati berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir.
”Pertumbuhan ekonomi kita naik signifikan, tahun 2024 sebesar 4 persen menjadi 5,82 persen pada tahun 2025,” ujar Irawati, Kamis (16/7/2026).
Tak hanya pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan juga menunjukkan perbaikan. Persentase penduduk miskin di Kotim berhasil ditekan menjadi 5,83 persen.
Angka tersebut bahkan jauh lebih rendah dibandingkan tingkat kemiskinan nasional yang mencapai 9,25 persen pada September 2025.
Pada saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan. Jika pada 2024 berada di angka 4,63 persen, maka pada 2025 turun menjadi 4,39 persen.
”Kita berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 5,83 persen, lebih rendah dari angka nasional sebesar 9,25 persen. Angka pengangguran juga bisa ditekan, dari 4,63 persen menjadi 4,39 persen,” ungkapnya
Perbaikan juga terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kotim. Nilai IPM meningkat dari 74,47 pada 2024 menjadi 74,96 pada 2025.
Peningkatan ini menunjukkan adanya kemajuan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat secara umum.
Meski demikian, inflasi mengalami sedikit kenaikan. Dari 1,18 persen pada 2024, inflasi meningkat menjadi 2,66 persen pada 2025.
Namun angka tersebut masih berada pada level yang dinilai terkendali dan belum memberikan tekanan signifikan terhadap stabilitas ekonomi daerah.
Irawati mengakui, tantangan ekonomi masih akan terus dihadapi, baik yang berasal dari kondisi regional maupun nasional.
Namun dengan capaian yang ada saat ini, ia menilai kondisi ekonomi Kotim tetap berada dalam jalur yang positif.
”Kita berharap kondisi ini bisa dijaga bahkan meningkat lebih baik lagi. Kita harus optimis dan tetap bersama-sama berikhtiar membangun Kotim,” pungkasnya.
Sumber : Tribunnews Kalteng
