Gunung Lumpur Grobogan Muncul, Ahli Geologi UGM Ungkap Fakta

- Jurnalis

Rabu, 12 November 2025 - 15:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Gundukan besar menyerupai gunung yang tampak di tengah hamparan sawah Grobogan itu merupakan gunung lumpur (mud volcano) yang muncul akibat dorongan gas alam dari dalam bumi. Semburan lumpur yang terlihat pada puncaknya menunjukkan aktivitas geologi aktif sebagaimana dijelaskan ahli geologi UGM. (Dok. Perpustakaan Fakultas Geografi UGM)

Fenomena Gunung Lumpur di Grobogan Bikin Heboh, Ahli Geologi UGM Ungkap Fakta Ilmiahnya

SUPERSEMAR NEWS – JAWA TENGAH — Fenomena munculnya “gunung” baru di Grobogan, Jawa Tengah kembali menjadi sorotan publik. Gundukan yang muncul pada Maret 2024 itu tampak mengeluarkan semburan tanah dan gas panas, sekilas menyerupai letusan gunung berapi, hingga viral di media sosial.

Menariknya, peristiwa ini terjadi tak lama setelah gempa bumi berkekuatan M 6,5 mengguncang Jawa Tengah pada 22 Maret 2024. Banyak warga menduga adanya hubungan antara gempa tersebut dan kemunculan gundukan misterius itu.

Penjelasan Ahli Geologi: Fenomena “Gunung Lumpur” atau Mud Volcano

Menanggapi fenomena yang memancing kehebohan itu, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid A.N, akhirnya angkat suara.
Ia menegaskan, “gundukan yang muncul di Grobogan bukan gunung api baru, melainkan mud volcano atau gunung lumpur,” ujarnya dikutip dari EGSA UGM, Senin (20/10/2025).

Menurut laporan tersebut, gunung lumpur itu memiliki ketinggian sekitar 25 meter dari permukaan tanah. Proses terbentuknya disebabkan oleh gas alam yang naik ke permukaan melalui sesar mendatar (konduit) dan membawa lumpur dengan densitas lebih ringan dari sedimen sekitarnya.

Baca Juga :  SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

“Berbagai material seperti lumpur, gas, batuan, dan air terdorong keluar membentuk kerucut seperti gunung api,” tulis laporan EGSA UGM, mengutip penelitian Sabdaningsih (2020).

Gempa dan Sesar Jadi Pemicu

Lebih lanjut, Wafid menjelaskan bahwa gempa bumi yang terjadi sebelumnya menjadi pemicu utama aktivitas ini. Rekahan akibat gempa dangkal menyebabkan migrasi hidrokarbon dan lumpur panas menuju permukaan.

Hal serupa juga ditegaskan dalam riset EGSA UGM yang menyebutkan bahwa fenomena mud volcano di Grobogan bukan hal baru, melainkan kejadian alami yang berulang akibat sesar memanjang dari Barat Daya ke Timur Laut.
Sesar tersebut membuka jalur bagi gas dan lumpur untuk keluar ke permukaan bumi.

Risiko dan Dampak bagi Masyarakat Sekitar

Meski tak se-eksplosif letusan gunung api, mud volcano tetap berisiko menimbulkan kerusakan.
Semburan lumpur panas dapat menghancurkan sawah dan ladang warga, mengganggu produktivitas pertanian, serta mengandung gas beracun seperti hidrogen sulfida (H₂S) dan karbon dioksida (CO₂).

“Gas hidrogen sulfida berbau telur busuk bisa menyebabkan iritasi, sesak napas, hingga kematian bila terhirup dalam konsentrasi tinggi,” jelas laporan EGSA UGM.

Pemerintah pun diharapkan segera turun tangan memberikan solusi bagi petani yang terdampak akibat rusaknya lahan produktif.

Baca Juga :  Rumah Dinas TNI di Gatot Subroto Palangka Raya Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

Potensi Positif: Dari Pariwisata hingga Industri Kreatif

Di sisi lain, fenomena ini tak melulu membawa dampak negatif. Menurut pakar geologi UGM, mud volcano berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi objek wisata edukatif dan bahkan bisa menghasilkan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Lumpur yang keluar dari gunung lumpur Grobogan juga diketahui mengandung mineral bernilai tinggi seperti litium, kaolinit, dan kalsit, serta mikroorganisme unik seperti bakteri halofilik.
Kandungan tersebut dapat dimanfaatkan dalam industri energi, pertanian, hingga kesehatan, jika dikelola secara berkelanjutan.

“Melalui riset lanjutan dan pengembangan teknologi, potensi mud volcano bisa diubah menjadi peluang ekonomi ramah lingkungan,” tulis laporan EGSA UGM.

Objek Penelitian Geologi dan Konservasi Lingkungan

Selain potensi ekonomi, mud volcano di Grobogan juga menjadi laboratorium alam penting bagi para ilmuwan. Dari komposisi lumpur dan gas yang keluar, para peneliti dapat mempelajari proses dinamika kerak bumi, sumber daya alam bawah tanah, hingga potensi mitigasi bencana.

Fenomena ini juga memberi wawasan baru tentang aktivitas tektonik di Pulau Jawa, terutama di wilayah yang dilalui sesar aktif.

Kesimpulan: Antara Ancaman dan Peluang

Fenomena gunung lumpur Grobogan menjadi pengingat bahwa bumi Indonesia masih sangat aktif secara geologis.
Di satu sisi, ia menghadirkan ancaman lingkungan dan kesehatan; di sisi lain, menyimpan potensi besar dalam riset dan pengembangan sumber daya alam.

Dengan kerja sama antara pemerintah, peneliti, dan masyarakat, fenomena alam ini bisa diubah menjadi peluang yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan, ekonomi, dan konservasi lingkungan.

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis
PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat
Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka
Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan
Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi
Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu
Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit, 31 Orang Diamankan
Berita ini 49 kali dibaca

1 Komentar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 00:00 WIB

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 23:51 WIB

PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka

Kamis, 5 November 2026 - 23:19 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan

Kamis, 5 November 2026 - 23:04 WIB

Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu

Berita Terbaru