TANAH ABANG, Supersemar News – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan penataan serius terhadap simbol dan jejak sejarah Pahlawan Nasional Mohammad Husni (MH) Thamrin.

Mulai dari relokasi patung hingga pembenahan museum, langkah itu ditegaskan langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat bersama eks Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bow alias Foke berziarah ke makam MH Thamrin di TPU Karet Bivak, Minggu (11/1/2026).

Patung Dinilai Tak Fair dan Menyempil
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menilai posisi dan ukuran patung MH Thamrin saat ini tidak mencerminkan besarnya jasa sang tokoh bagi bangsa dan Jakarta.

“Tadi Bang Foke menyampaikan sebenarnya saya sudah ingin buru-buru memindahkan patung MH Thamrin yang menurut saya tidak fair, kecil dan menyempil. Padahal tokoh ini kan tokoh besar,” ujarnya.

Ia menegaskan, MH Thamrin bukan hanya tokoh Betawi, melainkan pejuang nasional yang perannya harus ditampilkan secara lebih bermartabat di ruang publik ibu kota.

Patung Akan Dipindah ke Jalan MH Thamrin
Langkah pertama yang akan dilakukan Pemprov DKI adalah memindahkan patung MH Thamrin ke lokasi yang lebih strategis dan representatif, yakni di sepanjang Jalan MH Thamrin.

“Patungnya akan kita pindahkan betul-betul di Jalan MH Thamrin. Kalau diperhatikan, ada halte yang sudah saya bongkar. Tujuannya supaya begitu melewati Sudirman–Thamrin, di situlah patung MH Thamrin berada,” kata Pramono.

Relokasi ini diharapkan menjadikan MH Thamrin tampil sebagai ikon utama di jantung Jakarta.

Museum Juga Akan Dibongkar Pasang Konsepnya
Selain patung, perhatian Pemprov DKI juga tertuju pada kondisi Museum MH Thamrin yang dinilai belum layak sebagai ruang edukasi sejarah.

“Museumnya juga harus kita perbaiki, kita sempurnakan. Saya sudah minta kepada dinas terkait untuk memperbaiki termasuk jalannya. Menurut saya, jalannya sudah enggak pantes menjadi jalan menuju Museum MH Thamrin,” katanya.

Perbaikan tersebut mencakup akses jalan, kenyamanan pengunjung, hingga kualitas penyajian sejarah perjuangan MH Thamrin.

Janji Lanjutkan Hal Baik Gubernur Sebelumnya

Pramono menegaskan, langkah penataan ini merupakan bagian dari komitmennya untuk melanjutkan kebijakan dan program positif yang telah dirintis para pendahulunya.

“Saya sebagai gubernur berkali-kali ditanya apa yang mau saya kerjakan. Saya selalu mengatakan sederhana, saya akan melanjutkan hal-hal baik dari gubernur sebelumnya,” tuturnya.

Ziarah tersebut sekaligus menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan Jakarta dalam menjaga sejarah dan menghormati tokoh-tokoh besar yang membentuk wajah ibu kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *