Janggal BIN Baru Selidiki Dalang Aksi Anarkis, Pengamat: Mereka Punya Kewajiban Mitigasi


Supersemar News – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai pernyataan Badan Intelejen Negara (BIN) yang menyebut baru menyelidiki soal dalang di balik aksi anarkis di sejumlah wilayah beberapa waktu lalu. BIN seharusnya mengantisipasi adanya gerakan yang menyebabkan kericuhan.

“Sebetulnya aneh jika BIN baru akan mencari, karena seharusnya mereka lebih dulu mengetahui apa yang akan terjadi terhadap situasi nasional, karena mereka punya kewajiban mitigasi,” kata Dedi saat Jakarta, Sabtu (5/9/2025).

Dedi menilai hanya ada dua kemungkinan ketika BIN baru mengambil langkah untuk mengungkap dalangnya. Pertama, BIN gagal menjalankan tugasnya. Kedua, BIN tidak serius dalam menjaga kondisi bangsa agar tetap kondusif.

“Jika rupanya belum diketahui siapa pengatur kerusuhan maka pilihannya hanya dua; BIN gagal jalankan fungsinya, atau mereka sebenarnya lakukan pembiaran dan tidak serius dalam menjaga situasi nasional,” jelasnya.

Dedi menegaskan, pengungkapan dalang dibalik kericuhan ini seharusnya menjadi langkah yang mudah bagi pemerintah. Pasalnya, pemerintah memiliki sumber daya serta teknologi yang mendukung.

“Seharusnya mudah menelusuri dalang semua ini, terlebih APH di Indonesia pada dasarnya miliki sumber daya dan teknologi yang mapan, mereka tidak kekurangan sumber daya, kekurangan APH di Indonesia hanya soal integritas dan komitmen,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra menyebut BIN masih menyelidiki dalang di balik kerusuhan di berbagai kota seperti aksi membakar gedung DPRD, markas-markas kepolisian, dan penjarahan terhadap rumah beberapa anggota DPR dan kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Nanti akan kita selidiki ya,” ucap Herindra menjawab pertanyaan wartawan terkait dalang kericuhan saat dia ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (4/9/2025).

“Pokoknya akan kami (selidiki). Saya akan menyampaikan informasi yang penting kepada Bapak Presiden,” sambung Herindra.

Herindra dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis siang ke Istana Kepresidenan RI. Dia hanya menyebut dirinya ingin menyampaikan informasi yang penting kepada Presiden tanpa membocorkan isinya.

(inilah.com)
(Lilis Susanti)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *