JAKARTA, Supersemar News – Badan Gizi Nasional (BGN) membongkar anomali aktivitas pada rekening 414 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Kepala BGN Sudaryono menduga pengiriman uang ke rekening itu dilakukan oleh oknum BGN terdahulu.

“Jadi kami menduga, ini namanya dugaan, tentu saja pembuktiannya ada pada penegak hukum. Kami menduga kenapa uang bisa ke rekening di mana dapur itu rekeningnya dobel, atau dapur itu belum beroperasi, kami menduga ada oknum-oknum terdahulu di dalam BGN yang kemudian mengirimkan ini,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

Sudaryono menduga hal itu dilakukan agar serapan anggaran terlihat tinggi. Dia mengatakan serapan anggaran tinggi, maka dianggap prestasi.

“Kalau mens rea kejahatan, mungkin dia niat mau nyuri misalnya, atau bisa jadi misalnya, kami menduga ini yang katakanlah dugaan yang bukan pelanggaran pencurian atau tindak pidana korupsi adalah, dia hanya ingin ngirim ke banyak rekening supaya kelihatan serapan anggarannya tinggi,” kata Sudaryono.

“Jadi anggarannya terserap banyak, jadi kemudian serapan di BGN-nya tinggi sehingga supaya ada dicek itu kira-kira serapan tinggi itu adalah sama dengan prestasi yang baik dari sebuah lembaga, itu kami sedang mendalami ini ya,” lanjutnya.

Sudaryono mengatakan pendalaman terkait rekening anomali tersebut masih dilakukan. Dia mengatakan temuan tersebut diserahkan ke aparat penegak hukum.

“Mana kala ada indikasi mens rea, ada indikasi niat jahat untuk nyuri, ngentit, atau nyolong tadi, maka ini kita serahkan kepada penegak hukum,” ujarnya.

Sebelumnya, Sudaryono mengungkap temuan rekening virtual account anomali terkait SPPG. Sudaryono mengatakan anomali tersebut berupa SPPG dengan rekening virtual account dobel atau bahkan belum beroperasi.

“Nah, dalam proses pemeriksaan, ya, setelah kami ada di sini kami periksa semua gitu. Setelah kami periksa ribuan-ribuan rekening itu, kami menemukan semacam anomali,” kata Sudaryono dalam jumpa pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (31/7).

“Bahwa ada saldo rekening yang terkirim dari, terkirim dari pusat, kepada rekening-rekening dapur yang dalam bentuk virtual account itu, ternyata rekening penampungan rekening dapur itu dapurnya either dapurnya itu belum beroperasi,” lanjutnya.

Pemeriksaan dilakukan terhadap 27.469 SPPG yang saat ini beroperasi. Sudaryono mengatakan ditemukan 414 SPPG dengan rekening virtual account anomali.

“414 SPPG atau dapur yang rekeningnya itu kemudian rekeningnya either double atau rekeningnya dapurnya nggak ada atau dapurnya belum beroperasi,” ujarnya.

Sudaryono mengatakan telah mengembalikan uang negara sebesar Rp 311.246.295.184 terkait temuan rekening anomali tersebut. Dia mengatakan penyisiran masih terus dilakukan jika nantinya ditemukan temuan lainnya.

Sumber : detikNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *