Warga binaan (tahanan) mengangkut kangkung hasil tanaman dalam wilayah Lapas Kelas IIB Sampit.

SAMPIT, Supersemar News – Kegiatan panen kangkung yang dilaksanakan di lingkungan Lapas Kelas IIB Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi salah satu bentuk nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan (tahanan), Kamis (2/4/2026).

Panen tersebut merupakan hasil dari proses panjang mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan yang dilakukan secara konsisten oleh warga binaan dengan penuh tanggung jawab.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan panen ini diawasi langsung oleh Kasubsi Giatja, Dwinarno, beserta staf Giatja. Kehadiran mereka bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai dengan program pembinaan yang telah direncanakan.

Baca juga berita lainnya

Selain itu, pengawasan ini juga menjadi bentuk pendampingan agar warga binaan dapat terus meningkatkan keterampilan mereka.

Kalapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, turut memberikan apresiasi atas hasil panen yang dicapai. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti bahwa pembinaan yang dilakukan berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif.

“Panen kangkung segar ini bukan sekadar hasil kerja, tetapi bukti nyata bahwa pembinaan di dalam lapas mampu membentuk kemandirian dan semangat produktif warga binaan,“ kata Kalapas.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pembinaan yang berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan memberi manfaat, baik secara ekonomi maupun sebagai bekal keterampilan setelah mereka kembali ke masyarakat.” imbuhnya.
(Fauji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *