
Delisa Fitri Rahmadani salah satu korban selamat tragedi tsunami Aceh pada 2004 silam. (Foto: Instagram @delisafitrir_)
SUPERSEMARNEWS.COM BOGOR – Bencana tsunami Aceh 20 tahun lalu meninggalkan trauma mendalam bagi Delisa Fitri Rahmadani, korban selamat yang kini bekerja sebagai staf HRD di Bank Syariah Indonesia. Saat tsunami melanda pada 26 Desember 2004, Delisa berusia 7 tahun dan duduk di kelas 1 SD.
Kehilangan Keluarga di Tengah Kekacauan
Pagi itu, gempa pertama mengguncang saat Delisa dan ibunya sedang di rumah. Mereka berlari ke jalan, tetapi gelombang tsunami segera menyusul. “Jalanan macet, air sudah sampai Masjid Baiturrahim, lalu kami tersapu arus,” ujarnya melalui unggahan di Instagram @delisafitrir_.
Delisa kecil ditemukan dalam kondisi pingsan dan penuh luka sejauh 9 km dari lokasi awal. Ibunya meninggal, sementara Delisa kehilangan kaki kirinya setelah menjalani tiga kali amputasi.
Bangkit Meski Kehilangan
Setelah kehilangan ayahnya pada 2015, Delisa sempat bingung melanjutkan hidup. Namun, beasiswa kuliah membantunya bangkit. Pada semester dua, ia mulai bekerja di sebuah bank di Aceh dan akhirnya menyelesaikan kuliahnya.
Inspirasi dari Perjuangan
Kisah hidup Delisa diabadikan dalam novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye, yang diadaptasi menjadi film pada 2011. Dalam salah satu unggahan media sosialnya, ia menulis, “Saya kehilangan ibu, anggota keluarga, dan kaki, tapi saya belajar ikhlas dan berdamai.”
Melawan Trauma
Delisa butuh 20 tahun untuk menghadapi trauma tsunami. Kini, ia membagikan kisahnya sebagai inspirasi bagi banyak orang untuk tetap kuat menghadapi cobaan hidup.
Untuk cerita serupa tentang inspirasi pasca-bencana, baca artikel Tsunami Aceh dan Perjuangan Korban.
SupersemarNewsTeam
Reporter: R/SanggaBuana
