
SAMPIT, Supersemar News – Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng). BPBD Kalteng mencatat 5.958 titik hotspot di wilayah tersebut sepanjang 1 Januari hingga 24 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Kalteng.
”Kotim tercatat 5.958 hotspot, 333 kejadian karhutla, dan luas area terbakar berdasarkan laporan mencapai 1.706 hektare,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Agustus 2026.
Secara keseluruhan, BPBD Kalteng mencatat 23.599 titik hotspot di seluruh kabupaten/kota sepanjang 1 Januari hingga 24 Agustus 2026.
”Berdasarkan data akumulasi tercatat 23.599 titik hotspot sepanjang 1 Januari hingga 24 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB,” ungkapnya.
Selain hotspot, BPBD Kalteng mencatat 1.782 kejadian karhutla dengan luas area terbakar berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota mencapai 5.065,28 hektare.
”Luasan area terbakar berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota di Kalteng mencapai 5.065,28 hektare,” jelasnya.
Sementara berdasarkan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS melalui Sipongi Kementerian Kehutanan, luas area terbakar di Kalteng tercatat mencapai 7.634,46 hektare.
”Sementara berdasarkan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS melalui Sipongi Kementerian Kehutanan, luas area terbakar di Kalteng tercatat mencapai 7.634,46 hektare,” katanya.
Penanganan karhutla melibatkan 10.700 personel gabungan. Operasi tersebut juga didukung lima unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/Patroli.
”Dalam penanganan karhutla, sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan. Upaya penanganan juga didukung lima unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/Patroli,” paparnya.
Dari sisi penegakan hukum, BPBD Kalteng mencatat 12 penegakan hukum terkait karhutla sepanjang periode tersebut.
”Dari sisi penegakan hukum, BPBD mencatat terdapat 12 penegakan hukum terkait karhutla sepanjang periode tersebut,” tegasnya.
Ahmad mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau untuk mencegah munculnya titik api baru.
”Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Kalteng telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla hingga 31 Oktober 2026.
