Pasien penyintas stroke di kursi roda menunggu giliran pelayanan di depan meja Nurse Station, mencerminkan antrean panjang dan sistem yang lamban.

Pembatasan Layanan BPJS Menekan Penyintas Stroke
SUPERSEMARNEWS.COM BOGOR – Kebijakan baru BPJS 2025 mengurangi jadwal fisioterapi dari 6 kali menjadi hanya 4 kali per bulan, dengan durasi maksimal 30 menit. Setelah kuota habis, pasien harus melalui proses panjang: mendaftar, konsultasi dokter, menjadwalkan ulang, dan mengembalikan formulir. Proses ini memakan waktu berjam-jam, dengan pelayanan yang sering kali kurang memadai.

Kesaksian Penyintas: Perjuangan yang Melelahkan
Maria Sri Rosa Sinta, Ketua Persatuan Penyintas Stroke Indonesia – Jakarta Selatan, menceritakan perjuangannya. “Saya harus mengantri sejak pukul 08.00 hingga 11.00 hanya untuk pendaftaran, sementara dokter yang dijadwalkan pukul 16.00 datang pukul 17.30 tanpa memberikan pemeriksaan,” ungkapnya. Hal serupa dialami banyak penyintas lainnya. Durasi latihan yang singkat dan terbatas justru memperlambat pemulihan.

Ruang tunggu fasilitas kesehatan di Lebak Bulus dipadati pasien, termasuk penyintas stroke dan pengguna kursi roda, menunggu pelayanan dalam waktu lama.

Inisiatif Mandiri untuk Pemulihan Stroke
Maria memulai program latihan mandiri dari garasi rumahnya, dibantu oleh dua dokter relawan: dr. Lily Liman dan dr. Debbie Rachmawati Teguh, yang memberikan akupunktur dan pemeriksaan gratis meski dalam keterbatasan.

Kisah Dokter Relawan: Pengorbanan dan Harapan
Dr. Debbie, yang kehilangan suaminya dalam kecelakaan tol pada April 2023, menghadapi kemungkinan kehilangan rumah dan kliniknya akibat hutang pembangunan sekolah untuk anak-anak kurang mampu. Meski begitu, ia tetap melayani pasien stroke tanpa imbalan.

Harapan Akan Klinik Rehabilitasi Stroke
Maria dan tim berharap ada dukungan untuk membangun klinik khusus rehabilitasi stroke. Klinik ini akan membantu penyintas agar dapat pulih, kembali produktif, dan tidak menjadi beban.

Ayo, Bersama Wujudkan Harapan
Mari bantu penyintas stroke dan para relawan seperti dr. Debbie melalui uluran kasih. Dukungan Anda bisa menjadi solusi nyata untuk membangun rumah sehat rehabilitasi stroke di Indonesia.

SupersemarNewsTeam
Reporter: R/Rifay Marzuki
Editor: Sangga Buana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *