
JAKARTA, Supersemar News – Teka-teki nama calon kapal induk baru untuk Indonesia mulai terungkap. TNI AL menyiapkan nama tokoh besar sejarah nasional sebagai opsi untuk disematkan pada kapal perang raksasa Giuseppe Garibaldi tersebut.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan, nama resmi kapal induk masih menunggu keputusan final dari pemerintah. Kendati demikian, Ali menyebut ada sejumlah nama yang masuk dalam daftar usulan.
“Namanya belum ditentukan, nanti kami nunggu mungkin dari bapak presiden atau dari menteri pertahanan (menhan) akan memberikan usulan namanya. Memang salah satunya itu, salah satu usulannya. Ada Gajah Mada, Panglima Sudirman, ada mungkin yang lain, ya,” kata Ali di Seskoal, Cipulir, Jakarta, Kamis (18/6).
Kapal induk Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari pemerintah Italia yang sudah disetujui senat mereka sejak akhir Maret lalu. Saat ini, pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI memastikan proses persiapan pengiriman ke Indonesia sedang berjalan.
Namun, perjalanan kapal ini ke tanah air membentur tantangan jalur logistik global yang pelik. Kemhan mendeteksi adanya potensi hambatan waktu pengiriman akibat memanasnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz.
Pemerintah Indonesia sendiri tidak main-main menyambut kapal ini. Meski berstatus barang hibah, Jakarta tetap menggelontorkan dana hingga 450 juta dolar AS atau sekitar Rp7,6 triliun untuk proses akuisisi kapal. Angka itu belum termasuk anggaran senilai total 550 juta dolar AS untuk membeli helikopter angkut dan helikopter utilitas pendukungnya.
Demi memastikan kapal raksasa ini bisa langsung beroperasi, TNI AL bakal mengirimkan 100 personel pilihan ke Italia pada 10 Juli mendatang. Barisan tentara ini dikirim sebagai tim satgas dan pengawak pendahulu (advance crew).
TNI AL mematok target tinggi agar seluruh proses penjemputan ini berjalan lancar. Harapannya, kapal induk baru andalan Indonesia ini sudah bisa bersandar di tanah air sebelum perayaan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober mendatang.
Sumber : Indonesiadefence.com