
Supersemar News – Profesi lawyer hari ini telah bertransformasi. Tidak lagi sekadar penjaga regulasi, tapi menjadi mitra strategis bagi masyarakat luas, regulator, hingga dunia usaha.
Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Syamsul Maarif, menyoroti peran strategis profesi hukum dalam menghadapi era transformasi global yang serba cepat dan penuh ketidakpastian. Dalam keynote speech-nya pada ajang penghargaan Hukumonline Practice Leaders & Top 100 Indonesian Law Firms 2025, Syamsul menegaskan bahwa para lawyer kini memegang peran yang jauh lebih kompleks dan vital dibanding sebelumnya.
“Kita berkumpul di tengah era transformasi besar. Tahun 2025 menandai fase penting. Bukan sekadar dalam politik, tetapi dalam berbagai aspek kehidupan: ekonomi, teknologi, lingkungan, dan tentu saja hukum,” ujarnya dalam acara yang diselenggarakan di Hotel The Westin Jakarta, Jumat (20/6).
Ia menambahkan bahwa perkembangan zaman menuntut pembaruan cara pandang terhadap profesi hukum agar dapat menyesuaikan diri dengan realitas yang terus berkembang.
Menurut Syamsul, profesi lawyer saat ini tidak lagi dapat dipahami secara konvensional sebagai penjaga norma atau pelaksana regulasi semata. Sebaliknya, posisi mereka telah berevolusi menjadi mitra strategis yang terlibat aktif dalam berbagai proses pengambilan keputusan, baik di ranah publik maupun privat.
“Profesi lawyer hari ini telah bertransformasi. Tidak lagi sekadar penjaga regulasi, tapi menjadi mitra strategis bagi masyarakat luas, regulator, hingga dunia usaha,” jelasnya.
Ia menilai bahwa tantangan yang dihadapi para praktisi hukum kini tidak hanya datang dari kompleksitas hukum nasional, tetapi juga dari dinamika global yang mempengaruhi sistem hukum di berbagai negara, termasuk Indonesia. Disrupsi digital, perkembangan teknologi informasi, kecerdasan buatan, serta isu-isu global seperti perubahan iklim dan perlindungan data pribadi menjadi bagian dari konteks hukum yang harus dikuasai oleh para praktisi hukum masa kini.
“Di era yang serba digital, penuh disrupsi, dan tantangan global, peran lawyer makin sentral sebagai navigator di tengah ketidakpastian, pengawal etika, dan jembatan antara hukum nasional dan dinamika global,” lanjutnya.
Oleh karena itu, ia mendorong para praktisi hukum untuk terus memperkuat kompetensi lintas disiplin, mengasah sensitivitas terhadap isu-isu kontemporer, dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika profesi.
Dalam kesempatan itu, Syamsul juga memberikan ucapan selamat kepada para penerima penghargaanPractice Leaders 2025, sebuah pengakuan bergengsi bagi para pemimpin praktik hukum yang dinilai berhasil menunjukkan keunggulan dalam integritas, kepemimpinan, dan kontribusi terhadap pengembangan ekosistem hukum nasional.
“Selamat kepada para Practice Leaders 2025. Bersama, kita perkuat ekosistem hukum nasional agar siap menghadapi tantangan dunia yang semakin dinamis,” tutupnya.
Adapun ajang Hukumonline Practice Leaders 2025 menjadi panggung penting bagi apresiasi terhadap para lawyer yang tidak hanya sukses secara profesional, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi dalam penguatan sistem hukum yang adaptif, inklusif, dan berorientasi masa depan.
(hukumonline.com)
(Lilis Susanti)