
SAMPIT, Supersemar News – Menyambut datangnya Idul Adha, sebanyak 122 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan sebagian dari Kabupaten Seruyan berpartisipasi dalam pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang digelar pada Senin, 2 Juni 2025.
Pelatihan ini diselenggarakan secara swadaya oleh para peserta sebagai bentuk kepedulian dan komitmen untuk memastikan proses penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai syariat Islam.
Ketua Juleha Kotim, Zainuddin, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan yang halal dan thayyib.
Ia menekankan bahwa proses penyembelihan tidak hanya soal membaca basmalah, tetapi juga perlu teknik yang benar agar tidak menyakiti hewan secara berlebihan.
“Ini bukan hanya persoalan memotong, tetapi bagaimana memastikan kehalalan dan kebaikan dari daging yang dikonsumsi. Pelatihan ini juga menghadirkan pemateri dari MUI yang menyampaikan aspek fikih, serta praktik langsung penyembelihan,” ujar Zainuddin.
Ia menyebutkan, peserta berasal dari 17 kecamatan di Kotim, dengan latar belakang profesi dan desa yang beragam. Bahkan, beberapa peserta dari Kabupaten Seruyan turut hadir, menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya penyembelihan sesuai syariat Islam.
“Pendaftaran dibuka sejak 19 Mei, awalnya kami menargetkan 60 peserta sudah Alhamdulillah, ternyata jumlahnya hingga 122 peserta. Yang penting adalah semangat untuk belajar dan meningkatkan keahlian,” tambahnya.
Zainuddin berharap kegiatan ini bisa menjadi dasar pelatihan lanjutan menuju sertifikasi halal bagi para juru sembelih. Menurutnya, sertifikasi tersebut sangat berguna terutama bagi pelaku UMKM dalam menjamin kehalalan produknya.
“Kami ingin ke depan setiap masjid atau rumah potong hewan memiliki juru sembelih halal yang tersertifikasi. Ini penting untuk menyempurnakan proses penyembelihan agar benar-benar sesuai syariat,” jelasnya.
Pelatihan ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta DPW Juleha Kalteng. Salah satu narasumber, Edi Riyanto dari Juleha Kalteng, menekankan pentingnya pemeriksaan terhadap setiap hewan sebelum disembelih agar sesuai dengan kaidah syariat.
“Harapan kami, masyarakat bisa memahami pentingnya menyembelih dengan cara yang benar. Kekeliruan paling umum adalah tidak sesuai SOP, baik dari cara, peralatan, maupun tempat penyembelihannya. Seringkali sembelihannya bagus, tapi tempatnya tidak memadai, sehingga kualitas daging kurang baik,” kata Edi.
Ia berharap melalui pelatihan ini, para peserta bisa memahami keseluruhan proses penyembelihan yang halal dan profesional, serta menjadi pelopor penyembelihan yang benar di lingkungan masing-masing.
(beritasampit.com)
(Lilis Susanti)