
SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kontribusi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terhadap perekonomian nasional masih rendah. Proyeksi kontribusi Danantara pada 2026 hanya mencapai Rp720 triliun atau 9,66% dari total investasi nasional.
Proyeksi Investasi 2026
Menurut Purbaya, total investasi nasional pada 2026 diperkirakan sebesar Rp7.450 triliun. Dari jumlah tersebut, swasta berkontribusi Rp6.200 triliun, Danantara Rp720 triliun, dan pemerintah Rp530 triliun.
“Kalau Danantara hidup, kontribusinya bisa mendorong tambahan pertumbuhan ekonomi,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa pada Senin (22/9/2025).
Target Hingga 2029
Ke depan, kontribusi Danantara diproyeksikan meningkat secara bertahap. Pada 2029, nilainya ditargetkan mencapai Rp980 triliun atau 9,80% dari total investasi Rp10.000 triliun. Meski ada kenaikan, kontribusi tersebut hanya naik tipis 0,14% dibandingkan proyeksi 2026.
Purbaya menegaskan bahwa meskipun kontribusi Danantara masih kecil, pemerintah optimistis pertumbuhannya akan lebih cepat setelah kebijakan baru diterapkan.
Dorongan Regulasi Baru
Dalam kesempatan yang sama, Febrio Kacaribu, Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengeluarkan PP Nomor 28/2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Aturan ini berlaku mulai 5 Oktober 2025.
Selain itu, penyederhanaan proses sertifikat TKDN juga diharapkan memberi kepastian lebih baik bagi investor. “Dengan adanya roadmap yang jelas, investasi dengan TKDN bisa lebih terprediksi,” ujarnya.
Harapan Pemerintah
Dengan regulasi baru, pemerintah berharap iklim investasi nasional semakin kondusif. Langkah ini diyakini mampu menarik investor untuk menanamkan modal lebih besar melalui Danantara maupun sektor swasta.
SupersemarNewsTeam
SanggaBuana
