Supersemar News – Kehadiran gerai ritel O!Save atau OSave mulai menarik perhatian masyarakat Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, toko berwarna oranye tersebut bermunculan di berbagai sudut kota, terutama di kawasan Jabodetabek.

‎Jaringan gerai minimarket ini digadang-gadang sebagai penantang baru dominasi Alfamart dan Indomaret.

‎Berbeda dengan minimarket pada umumnya, O!Save mengusung konsep hard discount retailer, yakni menjual produk kebutuhan sehari-hari dengan harga serendah mungkin melalui efisiensi operasional.

‎Kunci harga produknya yang ditekan serendah mungkin bisa dilakukan lantaran O!Save langsung mengambil pasokan langsung dari produsen dalam skala besar.

‎Siapa Pemilik OSave?

‎O!Save bukanlah perusahaan ritel lokal Indonesia. Jaringan ini merupakan bagian dari Robinsons Retail Holdings Inc (RRHI).

‎Saat ini RRHI adalah perusahaan ritel terbesar di Filipina yang berada di bawah konglomerasi JG Summit Holdings milik keluarga mendiang taipan John Gokongwei Jr.

‎​Mengutip laman resmi RRHI, Robinsons Retail memiliki portofolio bisnis yang sangat luas, mulai dari supermarket, department store, toko obat, toko perkakas, hingga minimarket.

‎​OiSave sendiri dikembangkan sebagai format ritel hard discount yang menyasar konsumen yang semakin sensitif terhadap harga kebutuhan pokok.

‎​Dengan dukungan permodalan dari induknya, pertumbuhan jaringan gerainya terbilang sangat cepat. Per 1 Desember 2025, OiSave bahkan sudah membuka 750 cabang di seluruh Filipina.

‎​”Robinsons Retail memiliki saham di OiSave, yang mencerminkan partisipasinya dalam ritel yang menjual bahan makanan dan berorientasi nilai sebagai bagian dari portofolio perusahaan,” tulis RRHI.

‎​OiSave di Indonesia

‎​Di Indonesia, OiSave mulai beroperasi sejak 2023 sebagai bagian dari ekspansi regional perusahaan tersebut.

‎Berbeda dengan konsep minimarket konvensional, OiSave lebih mengutamakan efisiensi dibandingkan kenyamanan berbelanja.

‎​Di dalam gerainya, banyak produk dipajang langsung menggunakan kardus pengiriman atau palet tanpa harus dipindahkan ke rak satu per satu. Tata letak toko juga dibuat sederhana sehingga biaya operasional dapat ditekan.

‎​Selain itu, OiSave hanya menjual produk-produk yang dianggap paling dibutuhkan konsumen sehari-hari, seperti bahan makanan, kebutuhan rumah tangga, serta produk perawatan diri.

‎​Strategi tersebut memungkinkan perusahaan menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan banyak minimarket modern.

‎​Filosofi bisnisnya bahkan dirangkum dalam slogan “Everyday Low Price”, yakni memberikan harga rendah setiap hari tanpa harus bergantung pada program promosi berkala.

‎​Selama bertahun-tahun, pasar minimarket Indonesia didominasi oleh Alfamart dan Indomaret yang mengandalkan jaringan gerai sangat luas serta lokasi yang dekat dengan permukiman.

‎Sebaliknya, OiSave memilih pendekatan berbeda.

‎​Alih-alih menawarkan banyak layanan tambahan maupun variasi produk yang sangat lengkap, perusahaan lebih fokus pada efisiensi biaya agar harga jual dapat ditekan.

‎​Strategi ini mirip dengan konsep hard discount retailer yang telah lama berkembang di Eropa melalui jaringan seperti Aldi dan Lidl, di mana pengalaman berbelanja dibuat sesederhana mungkin demi memberikan harga terbaik kepada konsumen.

‎​Banyak masyarakat mengira OiSave menggunakan sistem waralaba seperti Alfamart atau Indomaret. Namun hingga saat ini, perusahaan belum menawarkan program franchise kepada masyarakat umum.

‎​Mengutip laman OiSave Indonesia, perusahaan justru membuka peluang bagi pemilik tanah atau bangunan untuk menawarkan lokasi yang dapat disewa sebagai gerai baru.

‎Selain itu, perusahaan juga membuka kesempatan bagi produsen maupun distributor untuk menjadi pemasok produk yang dijual di jaringan tokonya.

Sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *