JAKARTA, Supersemar News – Sejumlah warga Jalan Kwini VIII, Senen, Jakarta Pusat (Jakpus), menggelar demonstrasi di depan Kodam Jaya pada kemarin sore. Kodam Jaya menghormati aspirasi yang disampaikan warga.

“Kodam Jaya menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh peraturan perundang-undangan, selama dilaksanakan secara tertib, damai, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata demikian keterangan tertulis dari Pendam Jaya, Rabu (22/7/2026).

Warga Jalan Kwini VIII demo di depan Kodam Jaya di Cawang, Jakarta Timur (Jaktim) pada Selasa (21/7) sore kemarin. Mereka menyampaikan penolakan rencana pengosongan lahan di Jalan Kwini VIII.

Kodam Jaya mengatakan lahan yang berada di Jalan Kwini VIII merupakan tanah negara yang penguasaannya telah memiliki dasar hukum berupa Sertifikat Hak Pakai (SHP) dan tercatat sebagai Barang Milik Negara (BMN). Kodam Jaya dalam melaksanakan pengelolaan aset negara berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kedua, pemanfaatan lahan tersebut direncanakan untuk pembangunan perumahan susun prajurit TNI AD sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan rumah dinas bagi prajurit dalam mendukung pelaksanaan tugas pertahanan negara,” katanya.

Ketiga, Kodam Jaya menyatakan, sebelum pelaksanaan tahapan penataan lahan, mereka telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai status hukum lahan, rencana pemanfaatannya, serta tahapan yang akan dilaksanakan. Mereka menyatakan, sosialisasi tersebut merupakan bentuk keterbukaan informasi sekaligus upaya membangun komunikasi dengan seluruh pihak yang berkepentingan.

“Keempat, tidak ada penggusuran, Kodam Jaya bersama instansi pemerintah terkait akan membantu relokasi warga ke tempat penampungan sementara, hal ini sebagai bentuk normalisasi lahan negara dan langkah untuk memastikan proses penataan berjalan dengan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan kepentingan masyarakat terdampak,” katanya.

Kodam Jaya menyatakan aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi masukan dalam proses koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing. Mereka akan mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis dalam setiap tahapan penyelesaian permasalahan.

“Kodam Jaya juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif serta mengedepankan penyelesaian melalui komunikasi yang konstruktif dengan tetap menghormati ketentuan hukum yang berlaku demi kepentingan bersama,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, lalin di Cawang, Jaktim, sempat mengalami kemacetan imbas adanya demonstrasi di dekat Universitas Kristen Indonesia (UKI). Kemacetan sempat terjadi di depan UKI, Jalan Mayjen Sutoyo.

“Iya betul,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, kepada wartawan, Selasa (21/7). Made menjawab konfirmasi detikcom terkait lalu lintas di Cawang sempat macet imbas demo.

Sumber : detikNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *