SAMPIT, Supersemar News – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-kanak Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar kegiatan Gebyar PAUD yang sarat kreativitas. Acara tersebut melibatkan berbagai lomba untuk anak-anak usia dini, guru, dan juga partisipasi orang tua.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim M Irfansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk terus membangkitkan semangat belajar dan berprestasi di kalangan pendidik dan peserta didik.

Melalui Gebyar PAUD, tidak hanya memberikan ruang bagi kreativitas anak-anak untuk berkembang, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran, sportivitas, percaya diri, dan karakter positif sejak dini.

“Mereka adalah generasi penerus masa depan Kabupaten Kotawaringin Timur, bahkan bangsa Indonesia,” kata Irfansyah, Rabu 30 April 2025.

Ia menambahkan, pendidikan berkualitas sejak usia dini merupakan investasi terbaik untuk masa depan anak-anak.

Total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 631 orang. Terdiri dari 562 peserta lomba mewarnai, 42 peserta lomba alat peraga edukatif untuk guru, dan 27 peserta lomba bekal sehat.

Panitia pelaksana Gebyar PAUD, Tri Susilowati menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun dan mengasah kreativitas anak dan guru melalui lomba-lomba yang diselenggarakan.

Ia juga berterima kasih kepada Dinas Pendidikan yang telah mendukung kegiatan ini dengan menyediakan piala penghargaan.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hardiknas yang telah dimulai sejak Februari, dan akan mencapai puncaknya pada 5 Mei 2025,” ujar Tri.

Puncak acara nantinya akan ditutup dengan senam bersama dan pembagian hadiah.

Ketua Kelompok Kerja Kepala TK Kabupaten Kotim, Lynis Mindarwati, mengungkapkan bahwa Gebyar PAUD tidak hanya melibatkan anak-anak, tetapi juga peran aktif orang tua dan guru.

“Kami ingin memperingati Hardiknas dengan karya yang melibatkan semua pihak, karena kemajuan pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Lynis berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi dan kreativitas semua unsur yang terlibat, baik anak, guru, maupun orang tua.

Ia pun mengapresiasi antusiasme luar biasa dari masyarakat yang menunjukkan semangat kebersamaan dalam memajukan pendidikan anak usia dini.

“Menang atau kalah bukan hal utama, tetapi proses dan sikap anak-anak serta dukungan orang tua saat mengikuti lomba-lomba ini menjadi nilai yang lebih penting,” pungkasnya.

(beritasampit.com)
(Lilis Susanti)