Ratusan penumpang KRL terlantar di Stasiun Palmerah usai demo DPR ricuh, jalur kereta ditutup total hingga menunggu tanpa kepastian keberangkatan.

SUPERSEMAR NEWS – Kericuhan demo DPR pada Senin (25/8/2025) sore berdampak besar pada Stasiun Palmerah. Jalur KRL Commuter Line ditutup total setelah massa aksi meluber hingga ke perlintasan kereta, membuat ratusan penumpang terlantar hingga tiga jam.

KRL Lumpuh, Penumpang Terlantar

Imbas bentrokan, KAI Commuter memutuskan menutup sementara lintas Tanah Abang – Palmerah. Akibatnya, perjalanan KRL dari arah Rangkasbitung hanya sampai Stasiun Kebayoran, sebelum kembali ke Serpong, Parung Panjang, hingga Rangkasbitung.

“Mulai pukul 16.30 WIB, seluruh perjalanan Commuter Line tujuan Tanah Abang hanya sampai Stasiun Kebayoran,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus.

Pengamanan Diperketat

Untuk mengantisipasi eskalasi, KAI Commuter menurunkan 82 personel gabungan dari TNI/Polri. Sebanyak 26 personel ditempatkan di Stasiun Palmerah, 20 di Stasiun Sudirman, dan 36 di Stasiun Tanah Abang.

Selain itu, KAI juga menyiagakan mobil rescue, ambulans, dan tenaga medis. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan penumpang dan memastikan layanan tetap terkendali di tengah situasi darurat.

Imbauan untuk Penumpang

KAI meminta penumpang mencari alternatif stasiun lain, seperti Stasiun Kebayoran, demi keamanan. “Kami imbau pengguna Commuter Line mematuhi arahan petugas dan selalu mengutamakan keselamatan diri,” tambah Joni.

Penutupan Jalur Demi Keselamatan

Keputusan menutup jalur bukan tanpa alasan. Massa aksi dilaporkan memenuhi perlintasan kereta api di JPL 41, sebuah kondisi yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, perjalanan KRL lintas Tanah Abang – Palmerah dihentikan total hingga situasi kondusif.

KAI Commuter menegaskan akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memantau perkembangan. “Kami utamakan keselamatan penumpang dan perjalanan kereta,” tegas Joni.

Baca juga: Demo 25 Agustus di DPR Ricuh, Api dan Beton Jadi Simbol Perlawanan

SupersemarNewsTeam
Reporter:
R/Rifay Marzuki