
SupersemarNews, Jakarta — Menjadi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) disebut bukan sekadar profesi, melainkan sebuah kehormatan dan tanggung jawab untuk mengabdi kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan melalui unggahan akun Instagram @suyudiarioseto.official.
Dalam unggahan tersebut, disampaikan bahwa memimpin Polri merupakan sebuah amanah, sementara pengabdian bersama masyarakat menjadi tujuan utama.
“Menjadi polisi adalah sebuah kehormatan. Memimpin Polri adalah amanah. Dan mengabdi bersama masyarakat adalah tujuan,” demikian pesan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
Pesan itu juga menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat sebagai landasan dalam menghadirkan Polri yang semakin profesional, responsif, dan dekat dengan rakyat.
Pengabdian kepolisian, menurut pesan dalam unggahan tersebut, tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas.
Pengabdian juga dimaknai sebagai kesediaan untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan berbagai persoalan, serta memberikan kepastian.
“Karena pengabdian bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi tentang hadir, mendengar, dan memberikan kepastian bagi masyarakat,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu kemudian ditutup dengan pesan yang menegaskan hubungan antara polisi dan masyarakat dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Polisi Bersama Masyarakat. Melayani, Melindungi, Mengayomi,” demikian pesan tersebut.Sumber: Postingan akun Instagram @suyudiarioseto.official.
