
Supersemar news – Presenter dan aktor Adrian Maulana menceritakan selain menyerahkan harta senilai ratusan juta miliknya, asisten rumah tangganya (ART) pada waktu itu juga menyerahkan kunci rumah pada pencuri. Meskipun Adrian sudah diberitahu ada pencuri yang menguras hartanya, presenter berusia 47 tahun itu mengaku terkejut karena saat pulang mendapati rumahnya gelap serta tak ada orang yang bisa masuk.
Saya sampai (rumah) malam, di rumah saya keadaan gelap gulita,” kenang Adrian Maulana dikutip dari YouTube KasiSolusi. “Kenapa enggak masuk aja di dalam rumah?” kata Adrian mengungkap rasa herannya yang muncul saat pulang ke rumah usai bekerja dari luar kota.
Baru kemudian diketahui oleh Adrian, ARTnya tak hanya menyerahkan barang-barang berharga milik Adrian, tapi juga menyerahkan kunci rumah.
Ternyata kunci rumah saya, semua dikasih beserta barang-barang yang lenyap, ke orang yang menghipnotis ART,” ungkap Adrian. “Asisten rumah tangga saya juga kasih handphone dia, beserta kunci rumah saya. Semua,” ujarnya.
Mengingat momen itu, Adrian sempat berseloroh. “Kita enggak bisa masuk, masak saya harus ngejebol rumah saya sendiri?” ucap Adrian. Diketahui sebelumnya, Adrian menceritakan saat peristiwa itu terjadi, hanya ada ART di rumah.
ART mengaku bertemu dengan pencuri saat keluar komplek rumah untuk berbelanja sayur. “Menurut pengakuan si ART, dia keluar dari cluster, pengin belanja sayur, ditegur orang, ‘mbak kerja dimana?’ Ditepok sama orang tersebut, bilang bahwa ‘kita satu kampung nih, mbak dari Brebes ya?'” tutur Adrian. “‘Kamu hidupnya susah karena diguna-guna sama majikan kamu, kalua pengin hidupnya lebih baik, kamu nurutin apa kata saya, kamu keluarin tuh barang-barang di rumah majikan kamu, saya tunggu aja diluar,'” ungkapnya menirukan kesaksian ART tentang perkataan pencuri.
ART Adrian menuruti ucapan pencuri tersebut dan memanggil taksi untuk kemudian memindahkan barang-barang berharga milik Adrian yang ada di rumah ke dalam taksi. “Dibawa, dimaksukkan ke dalam taksi, sama si Mbak dianter ke orang yang nunggu, mungkin beberapa meter dari tempat tinggal saya,” kata Adrian. “Yang kalau ditotal mungkin diatas Rp 600 juta, yang saya kumpul-kumpulkan belasan tahun, tapi kemudian hilangnya hanya dalam tempo 28 menit,” sambungnya.
Pada akhirnya, meskipun harus kehilangan harta ratusan juta, Adrian sadar bahwa itu adalah jalan untuknya menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam memandang dan menilai kehidupan. “Disitu lah yang membuat saya akhirnya tersadar bahwa ternyata memang kita dalam kehidupan ini harus memperhatikan segala aspek,” tutur Adrian.
Dari bagaimana cara kita mendapatkannya, bagaimana kita membelanjakannya, yang harus sesuai prinsip-prinsip, sesuai keyakinan kita. Supaya, harapannya hidup kita baik dan berkah. Ini hal-hal yang mungkin sebelumnya enggak pernah terpikir dalam hidup saya,” sambungnya.
Sumber : kompas.com
Editor // Deny
