
SAMPIT, Supersemar News – Penantian panjang selama 10 jam di ruang rumah sakit berubah menjadi duka mendalam bagi seorang warga Sampit. RN (29), salah satu keluarga pasien, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya penanganan di RSUD Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin 21 Juli 2025.
Kisah tragis ini bermula saat RN membawa keluarganya yang sedang kritis ke RSUD Murjani sekitar pukul 18.30 WIB. Menurut RN, dokter yang menangani menyatakan pasien harus segera dirujuk ke Palangka Raya. Namun alih-alih segera diberangkatkan, mereka justru diminta menunggu hingga 10 jam lamanya.
“Kami sampai di rumah sakit sekitar pukul 18.30 WIB pada Minggu 20 Juli 2025, tapi pihak rumah sakit bilang keluarga saya harus di rujuk ke Pakangka Raya dan dirujuknya menunggu pukul 04.00 WIB,” kara RN.
Kekecewaan ini muncul setelah keluarganya yang telah lebih dulu didiagnosa mengalami penyumbatan jantung, justru harus menunggu terlalu lama hingga akhirnya kondisinya memburuk.
Padahal, menurutnya, dokter di RSUD Hanau sebelumnya sudah merekomendasikan pemasangan ring jantung sebagai tindakan lanjutan. Namun, lambatnya respons justru memperbesar risiko terhadap nyawa pasien.
“Kami menunggu lama cuma dikasih oksigen untuk keluarga saya, padahal sudah ada diagnosa dari Hanau,” ucapnya.
RN bersama keluarga harus menelan duka mendalam akibat keluarganya yang sakit telah meninggal dunia sekitar pukul 00.30 WIB sebelum sempat dirujuk ke Palangka Raya.
“Karena lambat keluarga saya meninggal, saya tidak bisa menyangkal kematian keluarga saya tetapi paling tidak ada tindakan sebelum itu,” keluh RN.
Dirinya juga menduga apa karena pihaknya menggunakan BPJS Kesehatan sehingga penanganannya lambat seperti ini.
“Apa karena pakai BPJS makanya lambat,” tutup RN.
(beritasampit.com)
(Lilis Susanti)