
JAKARTA, Supersemar News – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi memuji kemampuan helikopter CH-47 Chinook milik Jepang yang dikerahkan untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
“Karena kemampuannya luar biasa Chinook ini,” kata Tedi saat ditemui di Brigade Parako 1 Pasgat, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (12/9/2026).
Tiga Chinook telah dibawa dari Jepang menggunakan kapal perang yang telah tiba di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, sejak 10 September 2026.
Helikopter tersebut memiliki kemampuan untuk melakukan penyiraman air dari udara atau water bombing untuk membantu memadamkan karhutla.
“Tentunya ini mudah-mudahan bisa segera menghilangkan asap di Pontianak, Kalimantan Barat,” jelas dia.
3 Heli Chinook Jepang beroperasi di bawah kendali Lanud Supadio
Tedi memastikan, tiga Chinook ini berada di bawah kendali Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
Penempatan tersebut dilakukan agar pengoperasian helikopter tetap berada dalam satu komando.
Menurut Tedi, Lanud Supadio juga akan menjadi pangkalan bagi tiga helikopter Chinook tersebut selama menjalankan misi membantu penanganan karhutla di Kalimantan.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto disebut telah meninjau kapal perang Jepang yang membawa Chinook tersebut.
“Kemudian hari ini Bapak Menhan rencana ke Mempawah,” ungkap Tedi.
Jepang kerahkan bantuan pemadaman karhutla
Pemerintah Jepang mengerahkan tiga helikopter angkut CH-47 Chinook beserta ratusan awak ke Indonesia pada pekan ini.
Bantuan armada udara dan personel militer tersebut diterjunkan untuk membantu memadamkan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah, dikutip dari Japan Today, Rabu (9/9/2026).
Langkah ini dilakukan di tengah upaya intensif pemerintah Indonesia dalam mengatasi karhutla yang telah membara selama berbulan-bulan.
Penanganan berfokus pada enam provinsi terdampak paling parah di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan, total luas area yang terbakar telah mencapai 76.933 hektar (190.106 akre).
Sumber : kompas.com
