Sultan HB X Kritik Program Makan Bergizi Gratis Cepat Basi

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 17:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SUPERSEMAR NEWS – Yogyakarta – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai cepat basi hingga memicu kasus keracunan. Ia menyinggung pengalamannya saat menyiapkan makanan di dapur umum pengungsian erupsi Gunung Merapi tahun 2010.

Sultan Singgung Makanan Cepat Basi

Dalam sambutannya di acara Gerakan Pangan Murah yang digelar DPKP DIY pada Jumat (26/9/2025), Sultan menyebut bahwa memasak untuk banyak orang sebenarnya tidaklah rumit. Namun, kesalahan dalam pengolahan dapat menyebabkan makanan basi hanya dalam hitungan jam.

Baca Juga :  Kapolda Kalsel Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan KSAD dan Kepala BNPB, Tinjau Proses Pemadaman Karhutla dan Uji Coba Water Bombing Surfaktan

“Sebetulnya nggak rumit, kenapa keracunan? Masaknya jam setengah 2 pagi, dimakan jam 08.00 saja sudah mesti basi,” kata Sultan. Ia menegaskan bahwa faktor waktu dan jenis bahan makanan sangat menentukan daya tahan hidangan.

Pengalaman Saat Bencana Merapi

Sultan juga mengingatkan pengalamannya saat membuka dapur umum untuk para pengungsi erupsi Merapi. Menurutnya, strategi memasak harus tepat agar makanan tetap aman dikonsumsi.

“Saya itu di rumah juga sering masak. Saat pengungsian Merapi, saya punya pengalaman membuka dapur umum. Kalau masak sayur sebaiknya pagi hari, bukan dini hari, agar tidak cepat basi,” jelas Sultan.

Baca Juga :  Mutasi Polri, 3 Irjen Pol Dapat Penugasan Baru di Bareskrim, Ini Daftar Namanya

Perlu Evaluasi Program MBG

Pernyataan Sultan HB X ini menjadi sorotan publik di tengah evaluasi program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan pemerintah. Program ini sebelumnya sempat menuai kritik setelah muncul kasus keracunan massal akibat makanan yang cepat basi.

Pakar pangan menilai, diperlukan standar distribusi dan penyimpanan makanan yang lebih ketat agar tujuan program MBG untuk meningkatkan gizi masyarakat tidak justru menimbulkan masalah kesehatan.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pencurian Tiga Tabung Gas 3 Kg Viral di Medsos, Polsek Kalideres Bergerak Cepat Amankan Pelaku
Putra Dono Warkop Jadi Ilmuwan Nuklir di Jerman, Ini Faktanya!
Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Integritas Polri Diuji
Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat di Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya, Ajak Anggota Polri Jadikan Tugas sebagai Ladang Ibadah
Cegah Karhutla Sejak Dini, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Edukasi Siswa SMAN 1 Tewah
Pangdam XXII/TB Terjun Langsung Pimpin Evakuasi Helikopter MI-17V5 di Seruyan
Kodam XXII/TB Terima Tim Pokja Sahli Kasad, Bahas Penguatan Front Perlawanan Rakyat
Kapolri Terima Delegasi ONCB Thailand, Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Narkotika Lintas Negara
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:16 WIB

Pencurian Tiga Tabung Gas 3 Kg Viral di Medsos, Polsek Kalideres Bergerak Cepat Amankan Pelaku

Jumat, 6 November 2026 - 16:57 WIB

Putra Dono Warkop Jadi Ilmuwan Nuklir di Jerman, Ini Faktanya!

Jumat, 6 November 2026 - 16:11 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Integritas Polri Diuji

Jumat, 6 November 2026 - 13:32 WIB

Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat di Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya, Ajak Anggota Polri Jadikan Tugas sebagai Ladang Ibadah

Jumat, 6 November 2026 - 12:35 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Edukasi Siswa SMAN 1 Tewah

Berita Terbaru