Terungkap! Sebab Kecelakaan Bus Wisata di Guci Tegal yang Misterius

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025 - 18:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SUPERSEMAR NEWS – Misteri – Kabupaten Tegal, Jawa Tengah – Sebuah kecelakaan tunggal yang mengguncang kawasan wisata Guci, Tegal, kembali mengundang perhatian publik setelah hasil investigasi resmi dirilis. Meski sejak awal terselubung tanya-tanya mistis, laporan resmi menegaskan ada faktor teknis yang signifikan.

Kronologi singkat
Pada Minggu 7 Mei 2023, sebuah bus pariwisata yang sedang parkir di jalan menurun kawasan Guci meluncur mundur dan masuk jurang hingga menyebabkan dua orang tewas, dua luka berat, dan lebih dari 30 lainnya luka ringan.
Saksi menyebut bus seolah bergerak “sendiri” sebelum mesin dinyalakan, dan warga setempat menambahkan kisah bahwa kawasan lereng dan tebing di Guci selama ini dikenal angker dan kerap memakan korban.

Hasil investigasi resmi
Menurut laporan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), sejumlah faktor teknis diyakini berkontribusi:

  • Bus parkir di posisi kemiringan kritis dengan kondisi tanah yang kurang stabil. Ayo Batang
  • Sistem rem parkir dinilai kurang memadai untuk kondisi statis plus beban tambahan, karena bus mengalami kelebihan muatan lebih dari 2,8 ton dari kapasitas semestinya. Ayo Batang
  • Prosedur penempatan ganjal roda dan pemilihan gigi parkir tidak optimal: meskipun sopir mengaku memasang ganjal dan mematikan mesin, fakta meluncur tetap terjadi. PKTJ
Baca Juga :  HUT TNI ke-81: Yusuf dan Jhansen Tegaskan TNI Bersama Rakyat

Apakah ada unsur mistis?
Meski hasil teknis cukup kuat, kisah mistis di balik kawasan wisata Guci tetap hidup. Lokasi ini berada di kaki Gunung Slamet dengan kondisi jalan yang menanjak, berkelok, dan dekat tebing—menjadikannya rawan dari sisi fisik dan lingkungan. Banyak warga yang percaya bahwa kejadian-kejadiaan tak terduga di Guci bukan sekadar kecelakaan biasa, tetapi juga memiliki elemen gaib.
Namun, laporan resmi KNKT tak mencantumkan unsur paranormal sebagai penyebab. Fokus mereka adalah pada faktor manusia, mekanik, dan lingkungan.

Kesimpulan dan rekomendasi
Kecelakaan di Guci tersebut menunjukkan bahwa kecelakaan seperti ini seringkali muncul dari kombinasi kondisi teknis dan lingkungan yang menantang — bukan semata mistis. Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, KNKT merekomendasikan:

  • Operator bus dan pengemudi harus memahami karakteristik rem parkir dan kondisi medan, terutama ketika parkir di jalan miring. Ayo Batang
  • Pelatihan tambahan untuk pengemudi pariwisata tentang prosedur parkir aman, pemeriksaan beban kendaraan, dan kestabilan ganjal roda.
  • Pemerintah daerah dan pengelola wisata seperti Guci perlu memperkuat fasilitas parkir, menyediakan penanda kemiringan, dan memastikan area parkir memiliki landasan yang padat dan aman.
Baca Juga :  Pakde Slamet: 10 Tahun Bersama Tukul Arwana, Ini Pelajaran Hidupnya!

Penutup
Kisah bus yang seakan “bergerak sendiri” di Guci memang memunculkan nuansa misteri, namun fakta teknis tidak bisa diabaikan. Kecelakaan ini menjadi peringatan keras bahwa di area wisata dengan medan sulit seperti Guci, keselamatan haruslah menempati posisi utama—dan bukan dibiarkan sebagai mitos belaka.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN
BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Gempa M 7,0 Guncang Tibet China
Enam Agama, Satu Kampus: Merawat Toleransi di IABN Sriwijaya Tangerang
KCIC mendukung mobilitas pelari Jakarta Running Festival melalui Whoosh
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:05 WIB

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:24 WIB

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB