
SAMPIT, Supersemar News — J (39), seorang pedagang buah keliling yang telah berjuang selama 15 tahun untuk menghidupkan keluarga dengan 2 anak, masih terus berjuang menghadapi kesulitan hidup. Ia tinggal di sebuah rumah sewaan di Jalan DI. Panjaitan, Kelurahan Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dengan biaya sewa Rp667 ribu per bulan.
J menceritakan perjalan hidupnya kepada media Supersemar News, Jumat (5/12/2025), bahwa ia harus memperjuangkan ke dua anak yang masih duduk di bangku sekolah. Anak pertama di pondok pesantren (ponpes) setara dengan pendidikan SMP kelas 1, dan yang ke dua SD kelas 5.
“Kami tinggal sekeluarga di rumah sewaan di Sampit, Ketapang, perbulan yang dibayar Rp667 ribu,“ ucapnya dengan nada yang penuh kesabaran.
Ia juga menjelaskan bahwa perjalan seorang ayah yang harus berjuang menghidupkan istri dan anak, perlu dengan kesabaran, karena kehidupan yang serba pas-pasan untuk biaya hidup sehari-hari. Lalu, untuk biaya sewaan rumah kadang bisa nyicil, karena jualan kadang sepi.
“Seorang lelaki yang sudah menjadi kepala keluarga, berjuang tak pernah lelah dengan perjalan hidup yang kadang – kadang ujian datang menguji kita,“ kata J dengan wajah penuh dengan renungan.
J berharap agar kehidupannya dapat lebih baik dan anak-anaknya dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
“Kami hanya berharap agar anak-anak kami dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan memiliki masa depan yang lebih baik,“ ucapnya dengan nada yang penuh harapan.
Ia juga menyampaikan pesan bahwa menjadi kepala rumah tangga berikan contoh yang terbaik untuk istri dan anak.
J juga mengatakan. “Jangan lupa bersyukur kepada sang pencipta, karena masih memberikan kita rejeki dan memberikan ujian dengan kemampuan hambanya,“ tutupnya.
(Fauji)
