
SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA –
Peran ibu dalam pembangunan nasional kembali ditegaskan melalui kiprah Hj. Halimah Munawir, sosok perempuan Indonesia yang konsisten mengabdikan diri pada penguatan keluarga, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Dalam berbagai ruang publik, Hj. Halimah tampil bukan sekadar sebagai aktivis, melainkan sebagai figur ibu bangsa yang mempraktikkan langsung keseimbangan antara keluarga dan kontribusi sosial.
Sebagai Dewan Pembina Perempuan Peduli Nusantara (PPN), Hj. Halimah Munawir berperan strategis dalam mengawal arah gerakan perempuan agar tetap berakar pada nilai keibuan, sekaligus adaptif terhadap tantangan ekonomi dan sosial. Penegasan ini mengemuka dalam peringatan Hari Ibu dan Natal UMKM 2025 Perempuan Peduli Nusantara yang digelar di Gedung Joang 45, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Halimah menekankan bahwa peran ibu tidak berhenti di ranah domestik, melainkan menjadi fondasi utama bagi lahirnya masyarakat yang berdaya dan berkarakter.
“Sebagai ibu, keluarga tetap menjadi prioritas. Saya selalu menyediakan waktu untuk keluarga, biasanya pada malam hari,” ujar Hj. Halimah Munawir.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa perempuan dapat berkiprah luas tanpa kehilangan peran keibuannya, sebuah pesan penting di tengah dinamika sosial modern.
SOSOK HJ HALIMAH MUNAWIR: IBU, BUDAYA, DAN PENGGERAK UMKM
Hj. Halimah Munawir dikenal luas sebagai pemilik Rumah Budaya HMA di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Melalui ruang budaya tersebut, ia aktif melestarikan budaya Sunda, menghidupkan seni dan sastra, sekaligus mendorong pariwisata berbasis kearifan lokal di kawasan Puncak dan sekitarnya.
Tidak hanya itu, Hj. Halimah juga dikenal produktif melahirkan karya sastra, yang merefleksikan nilai keibuan, kebudayaan, dan identitas kebangsaan. Di sektor ekonomi, ia aktif di IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia), memperkuat jejaring dan kapasitas UMKM perempuan agar mampu naik kelas dan berdaya saing.
Keterlibatan aktif Hj. Halimah di berbagai bidang tersebut mempertegas bahwa ibu adalah aset strategis bangsa, bukan sekadar simbol, melainkan aktor pembangunan yang nyata.

PEREMPUAN PEDULI NUSANTARA DAN ARAH GERAKAN PEREMPUAN
Dalam konteks organisasi, Hj. Halimah Munawir berperan sebagai pembina yang menguatkan nilai, visi, dan keberlanjutan Perempuan Peduli Nusantara. Organisasi ini dipimpin oleh Inge Mangundap, yang menegaskan bahwa PPN sejak awal dibangun untuk menjawab kebutuhan riil perempuan, terutama di sektor ekonomi.
Dalam wawancara dengan Reporter SUPERSEMAR NEWS, Rifay Marzuki, Inge Mangundap menjelaskan bahwa PPN berdiri sejak Maret 2016 dan langsung terlibat sebagai penggerak OK OCE.
“Perempuan Peduli Nusantara saya dirikan Maret 2016. Saat itu bersamaan dengan Pak Sandiaga Uno maju Pilkada DKI. Sejak awal PPN menjadi salah satu penggerak OK OCE,” ujar Inge.
Menurut Inge, mayoritas anggota PPN berasal dari kalangan perempuan dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, khususnya di wilayah Jakarta Timur. Sejak 2016, PPN secara konsisten melakukan pembinaan UMKM, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga penguatan mental usaha.
SINERGI PPN, OK OCE, DAN PERAN PEMBINA
Inge Mangundap juga menegaskan bahwa peran Hj. Halimah Munawir sebagai pembina sangat strategis, terutama dalam membuka jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk IWAPI dan program OK OCE.
“Kami bersyukur sejak 2016 Ibu Halimah bersedia menjadi pembina. Beliau pengurus IWAPI, sehingga kami bisa berkolaborasi dan memperkuat UMKM perempuan,” ungkap Inge.
Model sinergi ini dinilai menjadi contoh konkret bagaimana gerakan perempuan tidak berhenti pada wacana, tetapi menghasilkan dampak langsung bagi ekonomi keluarga dan komunitas.
UMKM, HARI IBU, DAN EKONOMI BERBASIS KOMUNITAS
Momentum Hari Ibu juga dimanfaatkan PPN untuk menguatkan ekonomi internal organisasi. Konsumsi acara, misalnya, sepenuhnya melibatkan UMKM binaan PPN.
“Saya bisa saja pesan catering, tapi saya ingin berbagi dengan UMKM kami sendiri,” ujar Inge.
Langkah ini mencerminkan nilai yang terus ditekankan Hj. Halimah Munawir, yakni pemberdayaan dari dalam komunitas, berbasis kepercayaan dan solidaritas perempuan.
PENEGASAN AKHIR: IBU ADALAH POROS INDONESIA MAJU
Melalui peran aktif di Perempuan Peduli Nusantara, IWAPI, Rumah Budaya HMA, dan keluarga, Hj. Halimah Munawir menghadirkan narasi kuat bahwa Indonesia maju bertumpu pada peran ibu yang berdaya, berbudaya, dan mandiri secara ekonomi.
Keteladanan Hj. Halimah mempertegas bahwa pembangunan nasional tidak hanya soal kebijakan negara, tetapi juga tentang nilai, konsistensi, dan pengabdian perempuan dari lingkup keluarga hingga ruang publik.***(SB)
SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki
