
SupersemarNews,Aceh Tamiang — Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (4/1/2026), untuk meninjau langsung kondisi Sungai Tamiang hingga muara laut, sekaligus memimpin rapat evaluasi persiapan pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Kuala sebagai bagian dari upaya terpadu pemerintah dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Kegiatan Menhan ke Kabupaten Aceh Tamiang, diawali dengan peninjauan udara dan peninjauan medan sepanjang Sungai Tamiang, hingga batas muara di laut, guna memperoleh gambaran teknis kondisi sedimentasi, alur sungai, serta menentukan jenis alat berat dan mekanisme pekerjaan yang paling tepat untuk diterapkan di lapangan.
Peninjauan ini menjadi dasar utama dalam perencanaan teknis operasi Satgas Kuala.Usai peninjauan, Menhan memimpin rapat evaluasi yang dihadiri oleh Wakil Panglima TNI selaku Pimpinan Satgas Kuala, Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, Bupati Aceh Tamiang, serta unsur terkait lainnya.
Rapat tersebut menetapkan pembagian tugas Satgas Kuala ke dalam dua gugus tugas utama, yaitu Gugus Tugas Pendalaman Kuala Tamiang dan Gugus Tugas Normalisasi Kuala (pembersihan).
Dalam rapat disepakati bahwa pergeseran kapal dan peralatan akan dilaksanakan secara bertahap hingga minggu kedua Januari 2026, dengan muara Sungai Tamiang sebagai titik kumpul utama.
Selanjutnya, awal pelaksanaan tugas Satgas Kuala direncanakan dimulai pada awal Februari 2026, seiring dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang tengah berjalan
.Untuk mendukung kelancaran operasi, dukungan logistik disiapkan oleh Kementerian Pertahanan, termasuk pemanfaatan fasilitas pendukung yang diperlukan seperti speed boat dan hovercraft.
Gugus Tugas Normalisasi juga akan dilengkapi dengan peralatan penjernih air, guna membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat di sepanjang bantaran sungai dan kawasan muara.
Aspek pendukung lainnya turut menjadi perhatian, antara lain pengurusan administrasi lingkungan yang dikoordinasikan oleh Mabes TNI, serta penyelenggaraan perawatan kesehatan mandiri bagi personel Satgas Kuala selama pelaksanaan tugas di lapangan.
Kendali operasi Satgas Kuala akan dilaksanakan dari Kapal Markas Kementerian Pertahanan yang dikawal oleh KRI, dengan koordinasi erat bersama pemerintah daerah kabupaten serta instansi terkait lainnya.
Setiap gugus tugas juga diwajibkan menyusun rencana kegiatan pelaksanaan secara rinci, sesuai tugas dan fungsi masing-masing
.Satgas Kuala akan melibatkan sekitar 200 personel, dipimpin oleh Wakil Panglima TNI sebagai Komandan Satgas. Beberapa unsur profesional turut dilibatkan, termasuk Jhon Lin sebagai bagian dari Satgas Kuala.
Pembentukan dan pelaksanaan Satgas Kuala diharapkan tidak hanya berfokus pada normalisasi sungai dan muara, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap pemulihan dan penguatan perekonomian masyarakat, khususnya bagi warga yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas sungai dan kawasan pesisir Muara Tamiang.Red/TH
(Biro Infohan Setjen Kemhan)
