JAKARTA, Supersemar News – Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan transformasi digital pemerintahan (government technology/GovTech) berpotensi menghemat anggaran negara lebih dari Rp1.500 triliun.
‎
‎”Kami sudah lapor ke Presiden, kita bisa menghemat lebih dari Rp1.500 triliun. Angka yang sangat besar. Hitungan-hitungannya sudah ada, sudah kami laporkan ke Presiden, dan ini betul-betul angka yang realistis,” kata Luhut usai menghadiri Rapat Percepatan Digitalisasi Bansos di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa.
‎
‎Menurut Luhut, potensi penghematan diperoleh melalui integrasi layanan pemerintah, penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, serta peningkatan efisiensi tata kelola pemerintahan.
‎
‎Ia mengatakan transformasi digital merupakan salah satu program prioritas Presiden yang menjadi fondasi pemerintahan berbasis digital dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
‎
‎Saat ini, data dari delapan kementerian dan lembaga telah terintegrasi dan mulai diproses menggunakan AI. Pemerintah juga memperkuat aspek keamanan data dengan dukungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
‎
‎​Luhut mengatakan pemerintah tengah memperluas uji coba transformasi digital ke 43 kabupaten dan kota setelah sebelumnya diterapkan di Banyuwangi.
‎
‎​Menurut dia, sejumlah daerah, seperti Surabaya, menunjukkan perkembangan implementasi yang lebih cepat sehingga pemerintah membuka peluang memperluas program ke ratusan kabupaten dan kota sebelum peluncuran secara nasional.
‎
‎​”Kita tidak membeli atau mengimpor software sehingga membuat biaya tinggi. Kita hanya menyatukan sekitar 27 ribu aplikasi yang ada di seluruh kementerian dan lembaga,” ujarnya.
‎
‎​Luhut menambahkan seluruh perangkat lunak yang digunakan dalam transformasi digital pemerintahan dikembangkan oleh talenta Indonesia sehingga pemerintah tidak perlu mengimpor perangkat lunak dari luar negeri.
‎
‎Selain meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial dan memperkuat pencegahan korupsi, Luhut meyakini transformasi digital pemerintahan akan mendorong kenaikan rasio pajak Indonesia secara bertahap dari sekitar 9 persen menjadi 11 hingga 13 persen, mendekati tingkat rasio pajak negara-negara di kawasan ASEAN.

Sumber : ANTARA News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *