SAMPIT, Supersemar News – Keberadaan depo sampah yang berlokasi tepat di belakang pagar SMPN 3 SAMPIT Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dikeluhkan GURU dan Wali Murid.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu 22/07/2026, depo tersebut berfungsi sebagai tempat penumpukan dan pemuatan sampah ke truk menuju ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Di dalam depo sampah terlihat menumpuk tinggi, bercampur antara sampah organik dan non organik ,tidak ada penutupan, Lantainya terlihat becek.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, jarak antara tembok depo dengan area sekolah hanya dipisahkan pagar. Tidak ada buffer zone berupa tembok tinggi atau RTH yang berfungsi. RTH yang ada di samping depo sampah justru tidak terawat , pohon pohon yang di tanam masih kecil belum bisa berfungsi sebagai buffer zone.

Dampaknya langsung ke pelajar yang bersekolah di SMPN 3 SAMPIT. aroma Bau busuk, serta lalat. Konsentrasi belajar pasti terganggu. Ini melanggar hak anak atas lingkungan sehat di sekolah.

Hal ini juga di sampaikan oleh kepala sekolah SMPN 3 SAMPIT ibu Dra.Hj. Siti Hadijah ke awak media via WhatsApp atas keprihatinan beliau terhadap dampak lingkungan sekolah yang terpapar oleh bau tidak sedap dari depo sampah tersebut, apalagi aktivitas di depo sampah tersebut saat jam belajar , aroma tidak sedap itu tentu sangat menggangu aktivitas belajar siswa,, ucap nya.

Sampai saat ini diduga belum ada evaluasi dari pemerintah daerah melalui dinas lingkungan hidup Kotim terkait depo sampah yang ramah lingkungan itu seperti apa.(Sup88)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *