
Supersemar News – Korps Marinir TNI AL dan Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) resmi menyelesaikan pertukaran peleton tahunan di pangkalan Batalyon Infanteri 7 Korps Marinir, Lampung, pada 28 Agustus 2026.
Latihan yang berlangsung sejak 12 Agustus 2026 ini melibatkan personel Alpha Company dari 1st Battalion, 5th Marine Regiment (Marine Rotational Force Darwin 26) dan prajurit Batalyon Infanteri 7 Brigade 4 Korps Marinir TNI AL.
Selama lebih dari dua pekan, prajurit dari kedua negara saling bertukar materi perawatan korban tempur taktis, pertempuran hutan, taktik perkotaan, keahlian menembak, hingga komunikasi radio.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan latihan simulasi misi menyeluruh selama dua hari yang menggabungkan prajurit ke dalam regu multinasional.
Operasi Perang di Medan Belantara
Pada hari pertama latihan, regu gabungan fokus menyimulasikan operasi perang hutan, patroli tingkat regu, respons kontak senjata, serta pelacakan musuh di medan belantara.
Memasuki hari kedua, latihan bergeser ke skenario pertempuran perkotaan melalui penggerebekan bangunan dan penerapan prosedur patroli terpadu.
Komandan Peleton Marinir AS, Letnan Satu Abigail Gutierrez, menilai kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi pasukannya untuk menimba ilmu langsung dari pakar Korps Marinir Indonesia.
Menurutnya, integrasi kedua pasukan mengalami peningkatan signifikan sepanjang latihan dalam menjalankan misi yang lebih besar dan kompleks.
Pererat Hubungan Personal
Selain meningkatkan kemampuan taktis operasional, pertukaran tahunan ini juga mempererat hubungan personal dan saling menghormati antarpersonel di luar jam latihan.
Kopral Dua Dominik Kowalski, pemimpin tim senapan mesin AS, mengungkapkan bahwa kehangatan prajurit Indonesia memudahkan proses adaptasi dan pembentukan persahabatan antarpasukan.
Validasi kemampuan operasional gabungan ini sekaligus memperkuat kesiapan kedua korps marinir dalam merespons krisis regional serta menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Sinergi yang terbangun di Lampung ini menjadi fondasi penting bagi kedua pasukan sebelum melangkah ke latihan berskala lebih besar, Super Garuda Shield 2026.
Sumber : Airspace Review
