Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, (periode 2025-2026)

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa setelah sekitar satu tahun berada di kursi bendahara negara. Presiden menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru dalam perombakan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Pergantian tersebut menempatkan Suahasil Nazara sebagai pengendali langsung kebijakan fiskal pemerintah hingga berakhirnya masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Presiden Prabowo melantik Suahasil melalui prosesi pengambilan sumpah jabatan. Dalam prosesi itu, Prabowo terlebih dahulu meminta kesediaan Suahasil untuk menerima amanah sebagai Menteri Keuangan.

Sebelum saya mengambil sumpah janji berkenaan dengan pengangkatan saudara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode 2024–2029, terlebih dulu saya bertanya kepada saudara,” kata Prabowo saat pelantikan.

Dengan pelantikan tersebut, tongkat komando Kementerian Keuangan resmi berpindah dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.

Pergantian ini menjadi perhatian karena posisi Menteri Keuangan merupakan salah satu jabatan paling strategis dalam pemerintahan. Menteri Keuangan tidak hanya mengelola APBN, tetapi juga memegang peran penting dalam menjaga kesehatan fiskal, penerimaan negara, belanja pemerintah, pembiayaan, serta koordinasi kebijakan ekonomi.

Suahasil Nazara Dipanggil ke Istana

Tanda-tanda pergantian Menteri Keuangan mulai terlihat ketika Suahasil Nazara datang ke Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin siang.

Suahasil tiba sekitar pukul 14.44 WIB dengan mengenakan jas hitam dan dasi biru muda. Kedatangannya berlangsung ketika isu reshuffle Kabinet Merah Putih semakin kuat.

Ketika ditanya wartawan mengenai pemanggilannya ke Istana, Suahasil hanya memberikan jawaban singkat.

Ditelepon,” kata Suahasil kepada awak media.

Pada saat itu, Suahasil belum menjelaskan jabatan yang akan dipercayakan Presiden kepadanya. Namun, teka-teki tersebut terjawab setelah rangkaian pelantikan dimulai.

Prabowo resmi mengangkat Suahasil sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya.

Perubahan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Presiden memilih figur internal yang sudah lama memahami mesin kebijakan fiskal pemerintah.

Purbaya Hanya Setahun Menjadi Menteri Keuangan

Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mendapat kepercayaan Presiden Prabowo untuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan pada September 2025.

Sebelum masuk kabinet, Purbaya dikenal sebagai ekonom dan pernah menduduki posisi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Selama memimpin Kementerian Keuangan, Purbaya membawa pendekatan kebijakan yang cukup agresif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga momentum pemulihan.

Salah satu fokus kebijakannya adalah menjaga disiplin fiskal sembari menggunakan APBN sebagai instrumen penggerak ekonomi.

Dalam salah satu agenda sebelumnya, Purbaya bahkan menekankan pentingnya disiplin fiskal, pengelolaan kas negara, serta penggunaan APBN secara terarah.

Baca juga: Purbaya Kembali Lantik 5 Pejabat Eselon II Kemenkeu

Namun, masa kepemimpinan Purbaya berakhir setelah sekitar satu tahun. Presiden Prabowo kini memberikan mandat tersebut kepada Suahasil.

Hingga pelantikan berlangsung, pemerintah belum menyampaikan secara terbuka alasan rinci pergantian Purbaya. Karena itu, perubahan tersebut lebih tepat dibaca sebagai bagian dari keputusan politik dan administratif Presiden dalam melakukan penataan kabinet, bukan sebagai kesimpulan mengenai kegagalan kinerja Purbaya.

Suahasil Bukan Orang Baru di Kementerian Keuangan

Penunjukan Suahasil sebenarnya bukan keputusan yang membawa figur baru ke lingkungan Kementerian Keuangan.

Sebaliknya, Suahasil telah berada di lingkaran kebijakan fiskal pemerintah selama bertahun-tahun.

Ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 25 Oktober 2019. Posisi tersebut membuatnya berpengalaman mendampingi Menteri Keuangan dalam merumuskan dan menjalankan berbagai kebijakan ekonomi serta fiskal.

Profil Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan

Selain itu, Suahasil sebelumnya pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.

Rekam jejak tersebut membuatnya memahami proses penyusunan kebijakan dari sisi teknokratis sekaligus memahami bagaimana keputusan fiskal diterjemahkan menjadi program pemerintah.

Karena itu, pergantian Purbaya ke Suahasil memiliki karakter berbeda dibandingkan pergantian Menteri Keuangan yang sepenuhnya menghadirkan figur dari luar Kementerian Keuangan.

Suahasil merupakan pejabat yang sudah memahami struktur organisasi, mekanisme penganggaran, kebijakan fiskal, serta koordinasi antarlembaga.

Rekam Jejak Akademik Suahasil Nazara

Suahasil Nazara lahir di Jakarta pada 23 November 1970.

Sebelum memasuki pemerintahan, Suahasil membangun karier panjang sebagai akademisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1994.

Setelah itu, Suahasil melanjutkan pendidikan ke Cornell University, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science pada 1997.

Pendidikan doktoralnya kemudian ditempuh di University of Illinois at Urbana-Champaign hingga meraih gelar PhD pada 2003.

Profil Suahasil Nazara – OJK

Suahasil mulai menjadi dosen FEB UI pada 1999. Karier akademiknya terus berkembang hingga ia memperoleh posisi sebagai guru besar di bidang ilmu ekonomi.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting karena kebijakan fiskal membutuhkan perpaduan antara teori ekonomi, kemampuan membaca data, serta kemampuan menerjemahkan kebijakan menjadi keputusan anggaran.

Dari TNP2K hingga Kepala Badan Kebijakan Fiskal

Karier Suahasil kemudian bergerak dari ruang akademik menuju pusat kebijakan ekonomi nasional.

Ia pernah menjadi Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Selain itu, ia pernah menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional.

Pengalaman tersebut memperluas pemahamannya mengenai hubungan antara kebijakan fiskal, pembangunan, kemiskinan, pemerataan, serta ekonomi daerah.

Kariernya di Kementerian Keuangan semakin kuat ketika Suahasil dipercaya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada 2015.

Kemudian, pada 31 Oktober 2016, ia dilantik sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal secara definitif.

Dari posisi tersebut, Suahasil terlibat langsung dalam perumusan berbagai kebijakan fiskal pemerintah.

Dokumen profil resmi Suahasil Nazara – Kementerian Keuangan

Selanjutnya, pada 25 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuk Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Ia kemudian bertahan dalam posisi tersebut selama bertahun-tahun dan mendampingi pergantian kepemimpinan nasional.

Kini, pengalaman tersebut membawanya ke posisi tertinggi di Kementerian Keuangan.

Tantangan Besar Menanti Suahasil

Tugas Suahasil sebagai Menteri Keuangan tidak ringan.

Ia harus memastikan APBN tetap sehat sekaligus mampu mendukung berbagai agenda prioritas pemerintahan Prabowo.

Pada saat yang sama, pemerintah menghadapi kebutuhan pembiayaan pembangunan, tekanan ekonomi global, dinamika nilai tukar rupiah, serta kebutuhan menjaga kepercayaan investor.

Sebelum diangkat menjadi Menteri Keuangan, Suahasil juga sudah berbicara mengenai target pertumbuhan ekonomi pemerintah.

Dalam pembahasan RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Suahasil ketika itu menyebut optimisme tersebut ditopang oleh kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin solid.

Dengan demikian, tantangan pertama Suahasil bukan sekadar melanjutkan pekerjaan administratif Kementerian Keuangan.

Ia harus memastikan kebijakan fiskal mampu menjawab kebutuhan pertumbuhan tanpa mengorbankan kredibilitas anggaran negara.

Defisit APBN Menjadi Perhatian Utama

Salah satu persoalan paling penting yang akan berada di meja Suahasil adalah disiplin fiskal.

Batas defisit APBN sebesar 3 persen terhadap produk domestik bruto menjadi salah satu indikator utama yang akan diperhatikan pasar dan pelaku ekonomi.

Karena itu, Suahasil harus menemukan keseimbangan antara belanja pemerintah dan kemampuan negara memperoleh penerimaan.

Jika belanja terlalu agresif tanpa dukungan penerimaan yang memadai, tekanan terhadap pembiayaan dapat meningkat.

Sebaliknya, jika pemerintah terlalu ketat menahan belanja, stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi juga dapat melemah.

Di titik inilah pengalaman Suahasil sebagai teknokrat fiskal akan diuji.

Ia harus memastikan setiap kebijakan memiliki dasar ekonomi yang kuat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ujian Berikutnya: Menjaga Kepercayaan Pasar

Pergantian Menteri Keuangan juga akan diperhatikan investor.

Reuters melaporkan bahwa pergantian Purbaya menjadi Suahasil merupakan perubahan Menteri Keuangan ketiga Indonesia dalam waktu kurang dari dua tahun. Laporan tersebut juga menyoroti pentingnya stabilitas dan konsistensi kebijakan fiskal bagi kepercayaan investor.

Karena itu, Suahasil harus memberikan sinyal kuat bahwa perubahan kepemimpinan tidak berarti perubahan arah fiskal yang mendadak.

Kepastian kebijakan menjadi sangat penting.

Investor membutuhkan kepastian mengenai defisit, pembiayaan, penerimaan negara, belanja pemerintah, serta arah kebijakan ekonomi dalam jangka menengah.

Dengan pengalaman panjang di Kementerian Keuangan, Suahasil memiliki keuntungan karena tidak membutuhkan waktu lama untuk memahami struktur kebijakan yang sudah berjalan.

Namun, tantangannya justru terletak pada kemampuan mengubah pengalaman tersebut menjadi kebijakan yang efektif.

Purbaya Meninggalkan Sejumlah Pekerjaan Rumah

Pergantian Menteri Keuangan tidak otomatis menghapus agenda yang sudah berjalan.

Berbagai kebijakan Purbaya masih akan menjadi pekerjaan yang harus dilanjutkan, dievaluasi, atau disesuaikan.

Salah satunya adalah pengelolaan belanja negara dan program pemerintah yang membutuhkan pembiayaan besar.

Sebelumnya, Purbaya juga terlibat dalam berbagai kebijakan terkait subsidi, pengelolaan APBN, pembiayaan program pemerintah, hingga strategi menjaga stabilitas ekonomi.

Di sisi lain, pemerintah juga menghadapi tantangan optimalisasi penerimaan negara dan pengelolaan devisa hasil ekspor sumber daya alam.

Karena itu, Suahasil tidak datang ke kementerian dengan halaman kosong.

Ia menerima kementerian yang sedang menjalankan banyak agenda strategis dan membutuhkan kesinambungan kebijakan.

Pergantian Menkeu dan Arah Baru Pemerintah

Penunjukan Suahasil juga dapat dibaca sebagai pilihan Presiden Prabowo untuk mengandalkan figur teknokrat yang sudah memahami sistem fiskal dari dalam.

Namun, keputusan tersebut tetap membawa konsekuensi politik dan ekonomi.

Suahasil kini harus membuktikan bahwa pengalaman panjang sebagai Wakil Menteri Keuangan dapat diterjemahkan menjadi kepemimpinan penuh.

Ia bukan lagi berada di posisi membantu Menteri Keuangan.

Kini, setiap keputusan fiskal strategis berada di bawah tanggung jawabnya.

Mulai dari penerimaan negara, belanja kementerian dan lembaga, pembiayaan APBN, kebijakan perpajakan, bea dan cukai, hingga koordinasi kebijakan fiskal dengan lembaga ekonomi lainnya.

Babak Baru Kementerian Keuangan

Pelantikan Suahasil Nazara pada Senin (14/9/2026) menandai babak baru pengelolaan fiskal Indonesia.

Purbaya Yudhi Sadewa meninggalkan kursi Menteri Keuangan setelah sekitar satu tahun memimpin. Posisi tersebut kemudian diberikan kepada Suahasil, sosok yang telah bertahun-tahun berada di dalam lingkaran kebijakan fiskal.

Pergantian itu sekaligus menjadi ujian bagi Presiden Prabowo.

Pasalnya, Kementerian Keuangan memegang peran sentral dalam menerjemahkan program pemerintah menjadi kemampuan fiskal nyata.

Sementara itu, bagi Suahasil, jabatan Menteri Keuangan merupakan puncak dari perjalanan panjang sebagai akademisi dan teknokrat ekonomi.

Kini publik menunggu langkah pertamanya.

Pertanyaan terbesarnya bukan lagi apakah Suahasil memahami Kementerian Keuangan. Rekam jejaknya menunjukkan bahwa ia memahami institusi tersebut.

Pertanyaan yang lebih menentukan adalah apakah Suahasil mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, disiplin fiskal, stabilitas keuangan, penerimaan negara, dan pembiayaan program prioritas Presiden Prabowo.

Di situlah kualitas kepemimpinan Suahasil akan diuji.

Dan sejak hari ini, arah kebijakan fiskal Indonesia memasuki babak baru.

SUPERSEMAR NEWS – Tegas, Lugas, Mengabarkan Fakta.***(SB)

SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki
Editor : Sangga Buana
Sumber Berita : Sekretariat Presiden, Kementerian Keuangan RI, Reuters.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *