Selebrasi pemain PERSIB setelah meraih kemenangan 2-1 atas Persijap Jepara pada pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bumi Kartini.

SUPERSEMAR NEWS SPORT – JEPARA — PERSIB Bandung akhirnya menuntaskan misi revans atas Persijap Jepara. Bertanding di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu (20/9/2026) malam, PERSIB bangkit setelah lebih dulu tertinggal dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1.

Kemenangan tersebut terasa penting karena Persijap merupakan lawan yang belum mampu dikalahkan PERSIB pada dua pertemuan musim sebelumnya. Karena itu, pertandingan pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 tidak sekadar menjadi perebutan tiga poin, tetapi juga kesempatan bagi Maung Bandung memperbaiki catatan pertemuan mereka.

Pada laga kali ini, Persijap lebih dahulu membuka keunggulan melalui Jose Antonio Ruiz Lopez atau Pirulo dari titik penalti. Namun, PERSIB tidak kehilangan kendali. Thom Haye kemudian menyamakan kedudukan melalui sundulan pada menit ke-21.

Memasuki babak kedua, PERSIB meningkatkan tekanan. Hasilnya, Uilliam Barros Pereira memanfaatkan kesalahan lini belakang Persijap pada menit ke-55 untuk membawa Maung Bandung berbalik unggul 2-1.

Skor tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir meski Persijap terus berusaha mengejar. Dengan tambahan tiga poin, PERSIB mengoleksi enam poin dari tiga pertandingan dan menempati posisi kelima klasemen sementara.

Misi Revans PERSIB di Jepara

Pertandingan di Jepara memiliki konteks khusus bagi PERSIB. Musim lalu, Persijap menjadi satu-satunya tim yang tidak berhasil dikalahkan Maung Bandung dalam dua pertemuan.

Catatan tersebut membuat PERSIB datang dengan misi memperbaiki rekor. Bahkan sebelum pertandingan, kapten PERSIB Marc Klok telah menegaskan bahwa timnya memahami kualitas Persijap dan tidak ingin kembali mengulangi kesalahan musim sebelumnya.

Pada dua pertemuan musim lalu, PERSIB kalah 1-2 di kandang Persijap dan bermain imbang 0-0 ketika bertindak sebagai tuan rumah. Karena itu, laga di Stadion Gelora Bumi Kartini menjadi ujian tersendiri bagi tim asuhan Igor Tolic.

Situasinya juga tidak sederhana. PERSIB baru saja menjalani perjalanan dan pertandingan internasional menghadapi FC Seoul di Korea Selatan dalam ajang AFC Champions League Two. Setelah itu, tim harus kembali menjalani pertandingan domestik dengan waktu pemulihan yang terbatas.

Pelatih PERSIB Igor Tolic sebelumnya mengakui bahwa persiapan menghadapi Persijap tidak ideal. PERSIB hanya memiliki dua sesi latihan di Semarang setelah perjalanan dari Korea Selatan. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi tim untuk mempertahankan fokus pertandingan.

Persijap Membuka Keunggulan

Sejak menit awal, PERSIB berusaha mengambil inisiatif permainan. Maung Bandung mencoba menguasai bola dan membangun serangan dari lini tengah.

Akan tetapi, Persijap tidak memberikan ruang yang mudah. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Laskar Kalinyamat tampil agresif dan berusaha mengganggu distribusi bola PERSIB.

Tekanan tersebut menghasilkan peluang yang kemudian mengubah jalannya pertandingan.

Pada menit ke-10, wasit menunjuk titik putih setelah bola hasil tendangan Pirulo mengenai tangan Ikwan Ali Tanamal di dalam kotak penalti PERSIB.

Pirulo kemudian menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Tendangan penalti tersebut berhasil membawa Persijap unggul 1-0 pada menit ke-12.

Gol itu membuat PERSIB harus segera merespons. Tertinggal lebih dahulu di kandang lawan tentu menghadirkan tekanan tambahan, terlebih Persijap memiliki catatan positif saat menghadapi PERSIB pada musim sebelumnya.

Namun, PERSIB tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan jawaban.

Thom Haye Samakan Kedudukan

PERSIB terus meningkatkan intensitas serangan setelah tertinggal. Pergerakan pemain dari lini tengah mulai membuka ruang di pertahanan Persijap.

Pada menit ke-21, kesempatan tersebut akhirnya menghasilkan gol.

Ikwan Ali Tanamal mengirimkan umpan silang dari sektor kiri penyerangan. Thom Haye kemudian menyambut bola tersebut dengan sundulan yang mengarah ke gawang Persijap.

Gol Haye mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi titik penting karena PERSIB berhasil menghapus keunggulan Persijap hanya dalam waktu sekitar sembilan menit setelah penalti Pirulo.

Setelah kedudukan imbang, pertandingan kembali berjalan ketat. Kedua tim sama-sama berusaha menciptakan peluang, tetapi tidak ada gol tambahan sampai babak pertama berakhir.

PERSIB pun memasuki ruang ganti dengan skor 1-1.

Pergantian Pemain Mengubah Dinamika

Memasuki babak kedua, Igor Tolic melakukan perubahan untuk meningkatkan daya serang. Balsa Sekulic masuk menggantikan Beckham Putra Nugraha.

Pergantian tersebut memberikan tambahan energi bagi lini depan PERSIB.

Maung Bandung langsung mencoba menekan sejak awal babak kedua. Persijap memang masih berusaha mempertahankan struktur pertahanan, tetapi PERSIB semakin berani menaikkan garis serangan.

Tekanan itu akhirnya menghasilkan gol kedua.

Pada menit ke-55, Uilliam Barros mencetak gol yang membawa PERSIB berbalik unggul.

Gol tersebut berawal dari situasi ketika Barros berhasil mencuri bola dari sodoran Najeeb Yakubu kepada penjaga gawang Persijap, Rakasurya Handika. Barros kemudian memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menceploskan bola ke gawang.

PERSIB berbalik unggul 2-1.

Gol Barros menjadi salah satu momen paling menentukan dalam pertandingan. Setelah tertinggal lebih dahulu, PERSIB berhasil membalikkan keadaan hanya dalam waktu 34 menit sejak babak pertama dimulai.

Persijap Berusaha Mengejar

Tertinggal 1-2 membuat Persijap meningkatkan tekanan.

Pada menit ke-58, Kalezic melepaskan tendangan keras dari depan kotak penalti PERSIB. Namun, Teja Paku Alam tampil sigap dan berhasil menangkap bola.

PERSIB kemudian merespons dengan melakukan pergantian pemain.

Pada menit ke-59, Igor Tolic memasukkan Adam Alis untuk menggantikan Berguinho. Perubahan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan permainan sekaligus mempertahankan intensitas PERSIB di lini tengah dan depan.

Empat menit kemudian, PERSIB hampir memperbesar keunggulan.

Reijnders mengirimkan umpan silang yang berpotensi membuka peluang bagi PERSIB. Namun, pemain belakang Persijap berhasil menghalau bola sebelum menjadi ancaman lebih serius.

Pertandingan kemudian memasuki fase yang semakin terbuka.

Persijap membutuhkan gol penyama kedudukan, sedangkan PERSIB berusaha mempertahankan keunggulan sambil mencari peluang untuk mencetak gol ketiga.

Tolic Perkuat Komposisi Tim

Memasuki menit ke-70, Igor Tolic kembali melakukan perubahan.

Ragnar Oratmangoen dan Luka Menalo masuk menggantikan Mariano Peralta dan Uilliam Barros.

Pergantian ini menunjukkan bahwa PERSIB tidak hanya berusaha bertahan, tetapi juga masih memiliki opsi untuk melakukan serangan balik melalui pemain yang baru masuk.

Persijap kemudian sempat mencetak gol pada menit ke-74 melalui Yaya Sogodogo.

Namun, gol tersebut tidak disahkan karena pemain Persijap terlebih dahulu melakukan handsball.

Keputusan tersebut membuat PERSIB tetap mempertahankan keunggulan 2-1.

Selanjutnya, Tolic kembali melakukan pergantian pada menit ke-78. Julio Cesar masuk menggantikan Thom Haye yang mulai mengalami kelelahan.

Masuknya Julio Cesar menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur pertahanan PERSIB pada fase akhir pertandingan.

Gol Menalo Dianulir VAR

Drama pertandingan belum selesai.

Pada menit ke-85, PERSIB sebenarnya kembali membobol gawang Persijap melalui Luka Menalo.

Tendangan keras Menalo dari dalam kotak penalti sempat membuat PERSIB merayakan gol ketiga.

Namun, setelah dilakukan peninjauan menggunakan Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dianulir karena Menalo berada dalam posisi offside.

Keputusan tersebut membuat skor tetap 2-1.

Tiga menit kemudian, Menalo kembali memperoleh peluang. Kali ini, sontekannya masih melenceng dari sasaran.

Dua peluang tersebut memperlihatkan bahwa PERSIB masih mampu memberikan ancaman meski memasuki menit-menit akhir pertandingan.

Persijap Menekan di Injury Time

Memasuki waktu tambahan tujuh menit, Persijap semakin meningkatkan tekanan.

PERSIB harus bekerja keras menjaga area pertahanannya karena satu gol saja dapat mengubah hasil pertandingan.

Pada menit 90+2, Persijap mendapatkan peluang melalui sundulan Juan Douglas.

Namun, bola hasil sundulannya masih melambung di atas mistar gawang PERSIB.

Peluang tersebut menjadi salah satu kesempatan terakhir Persijap untuk menyamakan kedudukan.

Setelah itu, PERSIB mampu mempertahankan keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.

Maung Bandung pun memastikan kemenangan 2-1.

Enam Poin dari Tiga Pertandingan

Kemenangan atas Persijap membawa PERSIB mengoleksi enam poin dari tiga pertandingan BRI Super League 2026/2027.

PERSIB sebelumnya telah menjalani dua pertandingan awal kompetisi domestik, termasuk pertandingan menghadapi PSM Makassar dan Persija Jakarta. Pada pekan kedua, PERSIB harus mengakui keunggulan Persija dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Bung Karno.

Karena itu, kemenangan di Jepara menjadi respons penting bagi PERSIB setelah kekalahan pada pekan kedua.

Tambahan tiga poin juga membawa PERSIB ke posisi kelima klasemen sementara dengan enam poin dari tiga pertandingan.

Sementara itu, Persijap masih mencari kemenangan pertama setelah tiga pertandingan awal. Sebelum menghadapi PERSIB, Laskar Kalinyamat telah menelan kekalahan dari Madura United dan Borneo FC Samarinda.

Thom Haye dan Barros Jadi Penentu

Dua nama menjadi sorotan dalam kemenangan PERSIB kali ini, yakni Thom Haye dan Uilliam Barros.

Haye berperan penting dalam mengembalikan keseimbangan pertandingan setelah PERSIB tertinggal. Sundulannya pada menit ke-21 membuat PERSIB kembali percaya diri.

Sementara itu, Barros menjadi penentu comeback setelah memanfaatkan kesalahan komunikasi di lini belakang Persijap pada menit ke-55.

Keduanya memperlihatkan bagaimana PERSIB mampu mengubah situasi pertandingan setelah mengalami tekanan pada awal laga.

Namun, kemenangan ini tidak hanya ditentukan oleh pencetak gol.

Teja Paku Alam juga memainkan peran penting melalui penyelamatan terhadap peluang Persijap, terutama ketika Kalezic melepaskan tendangan keras pada menit ke-58.

Selain itu, lini pertahanan PERSIB mampu bertahan dari tekanan Persijap pada menit-menit akhir.

Kemenangan yang Menjawab Tantangan Musim Lalu

Jika dilihat dari konteks pertemuan kedua tim, kemenangan di Jepara memiliki arti lebih dari sekadar tambahan tiga poin.

PERSIB datang dengan catatan bahwa Persijap merupakan tim yang belum berhasil mereka kalahkan pada musim sebelumnya. Bahkan, sebelum pertandingan kali ini, I.League mencatat bahwa PERSIB kalah 1-2 di Jepara dan bermain imbang 0-0 di Bandung pada dua pertemuan musim lalu.

Karena itu, kemenangan 2-1 pada 20 September 2026 sekaligus memutus catatan tersebut.

PERSIB tidak menang dengan cara yang mudah. Maung Bandung harus tertinggal lebih dahulu, kemudian menyamakan kedudukan, dan akhirnya membalikkan skor melalui Barros.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa pertandingan di Stadion Gelora Bumi Kartini berlangsung kompetitif sampai menit-menit terakhir.

Fokus PERSIB Berlanjut

Kemenangan di Jepara menjadi modal penting bagi PERSIB untuk melanjutkan perjalanan di BRI Super League 2026/2027.

Namun, kompetisi masih panjang. Posisi kelima dengan enam poin belum menggambarkan hasil akhir musim. PERSIB masih harus menjaga konsistensi, terutama karena jadwal kompetisi domestik berjalan beriringan dengan agenda internasional.

Sebelum pertandingan melawan Persijap, PERSIB juga menghadapi tantangan perjalanan panjang ke Korea Selatan untuk menghadapi FC Seoul di AFC Champions League Two. Kondisi tersebut membuat kemampuan rotasi dan pemulihan pemain menjadi bagian penting dari strategi tim.

Dengan demikian, kemenangan di Jepara tidak hanya dapat dilihat dari angka 2-1.

PERSIB berhasil mengatasi situasi tertinggal, menghadapi tekanan tuan rumah, mempertahankan keunggulan pada fase akhir, serta menyelesaikan pertandingan dengan tiga poin.

Bagi PERSIB, kemenangan ini juga menjadi jawaban atas misi revans yang dibawa sejak sebelum pertandingan.

Thom Haye membuka jalan melalui gol penyama kedudukan. Uilliam Barros kemudian memastikan comeback.

Sementara itu, Teja Paku Alam dan barisan pertahanan menjaga keunggulan hingga peluit panjang.

Pada akhirnya, PERSIB menang 2-1 atas Persijap Jepara dalam pertandingan pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (20/9/2026).

Tiga poin dari Jepara membawa PERSIB mengoleksi enam poin dari tiga laga sekaligus menempatkan Maung Bandung di posisi kelima klasemen sementara.

Kemenangan tersebut menjadi catatan penting bagi PERSIB karena Maung Bandung akhirnya mampu mengalahkan Persijap setelah gagal menang dalam dua pertemuan musim sebelumnya.

SUPERSEMAR NEWS SPORT mencatat, pertandingan ini memperlihatkan bahwa PERSIB mampu merespons tekanan, mengubah keadaan, dan menjaga kemenangan hingga pertandingan berakhir.***(SB)

SupersemarNewsTeam
Sangga Buana
Sumber Berita : Supersemar News Sport, dengan rujukan data pertandingan dari I.League dan pemberitaan terkait pertandingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *