SAMPIT, Supersemar News – Fasilitas kendaraan khusus (ransus) water treatment dari Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah bersama Polsek Mentaya Hulu membantu memenuhi kebutuhan air bersih, khususnya air minum, bagi masyarakat dan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

“Alhamdulillah dengan pengadaan dari Korbrimob, air bersih untuk Mentaya Hulu hampir semua desa bisa terbantu, terutama Kelurahan Kuala Kuayan. Masyarakat bisa datang berbondong-bondong mengambil air bersih,” katanya Kapolsek Mentaya Hulu Ipda Singgih Teguh Prasetyo di Kuala Kuayan, Minggu.

Fasilitas tersebut ditempatkan di halaman Polsek Mentaya Hulu dan dioperasikan untuk mendukung pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten yang dipusatkan di Kecamatan Mentaya Hulu. Pengoperasian dimulai Jumat (2/10) dan dijadwalkan berlangsung hingga 7 Oktober 2026.

Singgih mengatakan, keberadaan ransus tersebut sangat membantu masyarakat di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekurangan air bersih.

Air yang dihasilkan melalui pengolahan ransus tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga aman untuk langsung diminum sehingga menjadi solusi bagi masyarakat yang kesulitan memperoleh air siap konsumsi.

Singgih menyebut dukungan tersebut juga mendapat apresiasi dari Bupati Kotim Halikinnor yang sebelumnya meninjau langsung keberadaan fasilitas pengolahan air tersebut.

Ia menilai kolaborasi antara Brimob dan kepolisian di tingkat kecamatan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ yang diikuti kafilah dari berbagai kecamatan di Kotim.

Sementara itu, Dantim Ransus Water Treatment dari Batalyon B Sampit Pelopor Satbrimob Polda Kalteng Eddy Susanto menjelaskan alat tersebut memiliki kemampuan mengolah air laut, air payau maupun air permukaan menjadi air yang siap diminum.

“Kapasitas produksi air mencapai 2.600 liter per jam. Pada hari pertama operasional saja kami sudah memproduksi 4.000 liter air bersih untuk memback-up kebutuhan selama pelaksanaan MTQ,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan di Mentaya Hulu, sumber air yang digunakan berasal dari PDAM. Proses pengolahan hingga menjadi air layak konsumsi membutuhkan waktu paling lama sekitar 15 menit.

Masyarakat dapat mengambil air tersebut secara gratis dengan membawa wadah sendiri, seperti galon maupun jeriken. Ransus juga menyediakan pilihan air panas, dingin dan normal, termasuk fasilitas pengisian galon.

Eddy menyebutkan, kualitas air hasil pengolahan telah memenuhi parameter yang dipersyaratkan untuk konsumsi. Salah satunya ditunjukkan melalui tingkat keasaman (pH) air yang berada pada angka 6,8, masih dalam rentang pH air yang baik untuk dikonsumsi, yakni 6,5 hingga 8.

“Air yang dihasilkan dari proses ini sudah memenuhi standar untuk konsumsi. Untuk pH air yang baik dikonsumsi itu 6,5 sampai 8 dan pH air yang kami hasilkan 6,8,” sebutnya.

Di Kalimantan Tengah terdapat tiga unit fasilitas serupa yang berada di Batalyon B Sampit, Batalyon A Palangka Raya dan Batalyon C Barito Timur. Adapun, alat yang digunakan di Mentaya Hulu ini merupakan unit dari Batalyon B Sampit.

Disisi lain, Camat Mentaya Hulu Muhammad Edison menilai bantuan tersebut menjadi sangat berarti karena dampak kemarau dirasakan hampir seluruh wilayah, termasuk berkurangnya debit sungai yang selama ini menjadi salah satu sumber air masyarakat.

“Kami sangat terbantu sekali dengan adanya alat ini. Musim kemarau dan kekeringan semuanya terdampak, sungai-sungai juga airnya menipis. Sungai Mentaya pun sudah menipis,” tuturnya.

Edison mengatakan sebagian wilayah Mentaya Hulu masih dapat memanfaatkan jaringan PDAM, tetapi cakupannya belum sepenuhnya menjangkau seluruh daerah.

Kondisi itu membuat keberadaan ransus menjadi pelengkap untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat dan kafilah MTQ.

Dukungan fasilitas pengolahan air tersebut tidak hanya menunjang kebutuhan kafilah selama MTQ ke 57 Kotim, tetapi juga menjadi bantuan langsung bagi masyarakat Mentaya Hulu yang menghadapi keterbatasan air bersih selama musim kemarau.

Masyarakat dapat mengantre untuk mendapatkan air minum di lokasi ransus, sedangkan kebutuhan air untuk mandi masih dapat dipenuhi menggunakan air dari jaringan PDAM.

“Adanya bantuan ransus water treatment ini sangat membantu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat sekitar, khususnya kafilah MTQ. Airnya juga sudah teruji sesuai pH-nya sehingga layak untuk kesehatan,” demikian Edison.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *