
SUPERSEMARNEWS.COM CIMAHI – Kampung Cireundeu, yang terletak di lembah antara Gunung Kunci, Gunung Cimenteng, dan Gunung Gajah Langu, adalah salah satu kampung adat yang tetap menjaga tradisi hingga kini.
Secara administratif, kampung ini berada di Kelurahan Leuwigajah, Cimahi Selatan, Jawa Barat.
Lokasi Kampung Adat Cireundeu :

Kampung seluas 64 hektar ini didedikasikan untuk pemukiman (4 hektar) dan pertanian (60 hektar). Berikut adalah fakta menarik tentang Kampung Cireundeu:
1. Sejarah Cireundeu
Nama Cireundeu berasal dari pohon rendeu, yang dulu banyak tumbuh di wilayah ini dan digunakan sebagai obat herbal.

Sebelum 2007, kawasan ini bekas pembuangan sampah. Kini, RT, RW, dan Sesepuh generasi kelima mengelolanya.
2. Kepercayaan Sunda Wiwitan

Warga Cireundeu teguh memegang ajaran Sunda Wiwitan, yang mengajarkan sopan santun dan kepedulian alam.
Mereka menyebut Tuhan “Gusti Sikang Sakang Sawiji Wiji.”
Selain itu, makanan pokok mereka adalah rasi (olahan singkong), menggantikan beras.
Mereka mengonsumsi hasil panen sendiri sehingga tidak terpengaruh fluktuasi harga pangan.

3. Puncak Salam sebagai Tempat Meditasi

Puncak Salam digunakan untuk meditasi, syukur, dan peringatan Hari Kemerdekaan.
4. Pintu Rumah Menghadap Timur

Semua rumah di Cireundeu memiliki pintu samping yang menghadap ke timur. Hal ini bertujuan agar sinar matahari pagi masuk dengan maksimal ke rumah-rumah warga.
5. Hidup Berdampingan dengan Harmonis

Meski sebagian besar warga menganut agama Islam, mereka hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat adat.
Semangat gotong royong terlihat dari berbagai kegiatan bersama. Kampung ini memiliki masjid dan bale sarasehan sebagai tempat berkumpul warga.
6. Tiga Jenis Hutan Adat
Cireundeu memiliki tiga hutan adat, yaitu Leuweung Baladahan, Leuweung Larangan, dan Leuweung Tutupan.
- Leuweung Baladahan menghasilkan tanaman seperti singkong dan kacang-kacangan.
- Leuweung Tutupan ditanami pohon herbal, seperti rendeu dan mahoni.
- Leuweung Larangan dijaga sebagai area sakral dan tidak boleh dikunjungi wisatawan.
7. Desa Swasembada Pangan
Masyarakat Cireundeu hidup mandiri secara pangan. Mereka menanam kebutuhan mereka sendiri seperti singkong dan jagung, sehingga tidak terpengaruh oleh gejolak harga di pasar.
8. Kesenian Tradisional

Saat upacara adat, pengunjung bisa menikmati kesenian khas seperti gondang, karinding, dan angklung buncis.
Jika Anda ingin merasakan kekayaan budaya Sunda, Kampung Cireundeu adalah destinasi yang wajib dikunjungi!
(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)
