
Abah Japra, penjaga lilin raksasa di Vihara Dhanagun Bogor, setia menjalankan tugasnya sejak 1972. Ia merawat lilin sebagai bagian dari tradisi penting seperti Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, dan Tradisi Rebutan, memastikan lentera tetap menyala dengan penuh dedikasi.
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Meski telah berusia 73 tahun, Japra Sugimin tetap setia menjaga lilin raksasa di Vihara Dhanagun Bogor setiap Tahun Baru Imlek, termasuk Imlek 2025 (2576 Kongzili). Ia mulai bertugas sejak 1972, saat usianya sekitar 20 tahun.
Awalnya, Japra bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Bogor. Kemudian, teman asal Palembang mengajaknya membantu menjaga lilin dan membersihkan vihara. Sejak itu, ia mengabdikan diri pada momen besar seperti Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, dan Tradisi Rebutan.
Di momen Imlek, Japra bertugas menjaga lentera raksasa jemaat agar tetap menyala hingga belasan hari. Ia rutin memotong sumbu, mengganti yang mati, dan menyalakan kembali lilin dengan cermat. Terkadang, ia berjaga sepanjang malam di vihara.
“Saya biasanya menginap di sini selama empat hari, lalu pulang sebentar dan kembali lagi,” ujar Japra yang tinggal di Cibeureum, Dramaga, Kabupaten Bogor.
Di luar hari besar, Japra bekerja sebagai kuli panggul sayuran di Pasar Bogor. Ia berkomitmen untuk terus mengabdi di vihara hingga akhir hayat. “Selama masih kuat, sehat, dan dipercaya, saya akan terus membantu,” tutupnya.
SupersemarNewsTeam
Reporter: R/SanggaBuana
