JAKARTA, Supersemar News – Astra Property lewat anak usahanya, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMP), memperkenalkan fasilitas gudang modern terbarunya MMP Gudang Cibitung, Blok H Warehouse 14, di kawasan Cibitung, Bekasi.

Gudang ini sudah terisi penuh oleh penyewa bahkan sebelum acara peluncuran resmi digelar.

Tenant Relation Department Head MMP, Leonardus Dimas Aryo Febiyanto, mengatakan gudang ini menjadi salah satu proyek tercepat yang pernah diselesaikan perusahaan.

“Target sebelumnya tadinya ini selesai pada awal November atau akhir Oktober. Kita bisa satu bulan lebih cepat,” ujarnya kepada Kompas.com, Senin (14/9/2026).

Gudang ini dibangun dengan luas sekitar 18.000 meter persegi, bagian dari total lahan seluas 38.000 meter persegi yang dibagi dalam dua sisi pengembangan.

Berbeda dari gudang built-to-suit yang dibangun khusus mengikuti kebutuhan satu penyewa, fasilitas ini dirancang sebagai multi-tenant warehouse yang bisa disewakan per kolom bangunan kepada beberapa penyewa sekaligus.

Konsep desainnya memakai konfigurasi I-shape, mengikuti alur pergerakan barang yang membentuk huruf I, dengan jalur inbound dan outbound berada di sisi berlawanan.

“Konfigurasi I-shape semata untuk fleksibilitas. Kalau misalnya tenant tidak butuh 2.000 meter persegi, kami bisa potong di tengah,” jelas Dimas.

Desain ini merupakan hasil pembelajaran dari 15 gudang lain yang sebelumnya dibangun perusahaan.

Spesifikasi Teknis
Dari sisi bangunan, ketinggian langit-langit gudang ini 14 meter di bagian tengah dan 12 meter di bagian samping, dengan kapasitas beban lantai rata 3 ton di seluruh area, termasuk zona inbound-outbound.

Racking atau rak penyimpanan bisa disusun bertingkat hingga 8 tier atau sekitar 12,5 meter, didukung standar kerataan lantai minimal 25 hingga 30.

Gudang ini dilengkapi dock leveler di setiap dua pintu, memungkinkan truk menurunkan muatan secara rata tanpa proses bertahap seperti di gudang tradisional.

Jumlah pintu tersedia mencapai 16 dan 13 di masing-masing sisi bangunan. Alat angkut barang di dalam gudang menggunakan Material Handling Equipment berkapasitas 2,5 ton bertenaga baterai listrik, dilengkapi area pengisian daya di setiap unit.

Dari sisi keamanan, tersedia sistem hidran yang sanggup menahan pasokan air pemadam kebakaran hingga dua jam, terintegrasi dengan Main Control Fire Alarm dan beam detector untuk deteksi asap dini.

Sistem ventilasi dilengkapi teknologi pendingin yang menciptakan selisih suhu sekitar 5 derajat celsius antara area dalam dan luar bangunan, ditambah skylight untuk memaksimalkan cahaya alami.

Untuk cadangan air, tersedia ground water tank berkapasitas sekitar 850 kiloliter serta instalasi Water Treatment Plant, mengingat kualitas air PDAM di kawasan tersebut kerap keruh saat musim kemarau.

Harga Sewa
Sales Marketing Department Head MMP, Hasan Maududi, mengungkapkan gudang ini sudah tersewa penuh 100 persen sebelum diluncurkan, dengan penyewa tunggal dari sektor ritel daring, meski nilai kontraknya belum bisa diungkap.

Kisaran harga sewa untuk model multi-tenant warehouse ini berada di rentang Rp 70.000 hingga Rp 90.000 per meter persegi per bulan, dengan durasi sewa 3 hingga 10 tahun.

Hasan menjelaskan perbandingan harga sewa tidak bisa dilihat sesederhana angka nominal, sebab perhitungannya berbasis biaya penyimpanan per item, dengan mempertimbangkan volume dan pemanfaatan ruang.

Sebagai ilustrasi, kebutuhan penyimpanan 1.000 meter persegi yang dikonversi ke posisi palet bisa mencapai sekitar 1.500 unit.

Dengan sistem penyimpanan vertikal, kebutuhan ruang fisik bisa ditekan hingga sekitar 800 meter persegi karena kapasitas simpan memanfaatkan ketinggian bangunan, bukan sekadar luas lantai.

Soal jenis penyewa, Dimas menyebut desain gudang bersifat general purpose, tidak dikhususkan untuk satu sektor.

“Tenant kita di MMP juga sektornya banyak, mulai dari kesehatan, FMCG, e-commerce, semua ada,” imbuhnya.

Fasilitas ini juga bisa dimodifikasi, misalnya menjadi cold storage untuk penyimpanan produk makanan.

Fasilitas ini juga bisa dimodifikasi, misalnya menjadi cold storage untuk penyimpanan produk makanan.

Satu sektor yang belum bisa diakomodasi adalah pusat data, mengingat kebutuhan infrastrukturnya jauh lebih besar, termasuk permintaan pasokan air yang pernah mencapai 3.000 kubik per hari dari calon penyewa data center.

Bagian dari Ekspansi Pasca-Akuisisi MMP
Peluncuran gudang ini merupakan bagian dari ekspansi Astra Property setelah mengakuisisi mayoritas saham PT Mega Manunggal Property Tbk lewat anak usahanya, PT Saka Industrial Arjaya.

Transaksi yang rampung Oktober 2025 itu membuat Saka Industrial Arjaya menguasai 83,67 persen saham MMP, dengan nilai transaksi Rp3,35 triliun pada harga pembelian Rp 580,6 per saham.

Sebelum akuisisi MMP, Astra Property lebih dulu bermitra dengan ESR pada Maret 2025 untuk mengakuisisi Cikarang Logistics Park 1 dan 2, dua gudang seluas 17,3 hektare dengan total luas area sewa 108.000 meter persegi yang sudah sepenuhnya tersewa.

Dengan tambahan MMP yang mengoperasikan 13 gudang di Jabodetabek dan Surabaya, dengan total area sewa bersih sekitar 546.000 meter persegi serta cadangan lahan sekitar 45 hektar untuk pengembangan mendatang, total portofolio Astra Property kini mencapai 21 aset.

Selain gudang di Cibitung, Dimas menyebut proyek pergudangan lain tengah berjalan di Cibinong dengan skala jauh lebih besar, sekitar 80.000 meter persegi atau empat kali lipat gudang ini, dirancang dua lantai dengan konsep multi-tenant serupa.

Soal struktur biaya, Dimas mengungkap komponen tanah menjadi porsi terbesar dalam bisnis pergudangan, bisa mencapai sekitar 60 persen dari nilai bangunan, dengan variasi harga yang cukup ekstrem antar wilayah.

Sumber : kompas.com

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *