
NUSANTARA, Supersemar News – Pembangunan rumah susun (rusun) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Ibu Kota Nusantara (IKN) tinggal menyisakan sedikit pekerjaan. Progres fisik rusun tersebut kini telah mencapai 92,63 persen.
Direktur Jenderal (Dirjen) Kawasan Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati mengatakan, pembangunan rusun MBR di IKN merupakan salah satu proyek yang masuk dalam kontrak tahun jamak atau multi-years contract (MYC).
Dalam paparannya di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Jumat (11/9/2026), Sri mengatakan progres pembangunan rusun tersebut sudah mencapai 92,63 persen.
“Ini realisasinya sudah 9, fisiknya 92,63 persen. Jadi, Insya Allah ini tidak ada permasalahan,” ujar Sri dalam paparannya.
Beres Tahun Ini
Dengan progres tersebut, pemerintah optimistis pembangunan rusun MBR di IKN dapat diselesaikan sesuai target pada tahun ini.
Pembangunan rusun tersebut merupakan bagian dari sejumlah proyek rusun yang dikerjakan dengan skema kontrak tahun jamak.
Pemerintah membaginya berdasarkan tahun kontrak dan target penyelesaian masing-masing proyek.
Untuk proyek rusun kontrak tahun jamak yang ditargetkan selesai pada 2026, progres fisiknya saat ini sudah mencapai 92,63 persen.
Sementara itu, terdapat pula proyek rusun dengan kontrak tahun jamak lainnya yang masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai pada 2026 maupun 2027.
Sri mengatakan, proyek rusun kontrak tahun jamak untuk periode 205-2026 saat ini telah mencapai progres fisik 75,37 persen dan diharapkan dapat diselesaikan sesuai target kontrak.
Pemerintah pun terus memantau progres pembangunan masing-masing proyek agar penyelesaiannya dapat sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Khusus rusun MBR di IKN, dengan capaian fisik yang telah menembus 92 persen, pemerintah menilai proyek tersebut berada dalam kondisi yang baik dan tidak menghadapi kendala berarti.
Penyelesaian rusun ini menjadi bagian dari penyediaan hunian di kawasan IKN, termasuk bagi MBR.
Sumber : kompas.com
