
BANDUNG, Supersemar News — Lahan bekas wahana wisata Hibisc Fantasy di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, yang dibongkar atas perintah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) pada Maret 2025, kini sudah kembali hijau.
Lebih dari setahun setelah pembongkaran, kawasan yang sebelumnya dipenuhi bangunan wisata itu berangsur berubah menjadi area penghijauan dengan ribuan tanaman yang terus dirawat.
Perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan fungsi kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung yang selama ini menjadi perhatian KDM. Selain penanaman pohon, pemeliharaan tanaman juga dilakukan secara rutin agar tingkat keberhasilan penghijauan tetap tinggi.
KDM menekankan bahwa prioritas utama kawasan tersebut adalah pemulihan ekosistem melalui penghijauan kembali guna mencegah banjir, bukan fokus pada proyek pembibitan lain yang mengabaikan tanaman yang sudah ada.
KDM juga menugaskan 9 pekerja merawat pohon di lahan 14 hektare tersebut. Ia bahkan berencana menambah 4 hingga 5 orang pekerja lagi agar setiap orang bertanggung jawab atas 1 hektare lahan dari dana pribadinya.
“Penghijauan di lahan eks Hibisc sudah hampir selesai semuanya, sudah kembali lagi ke habitatnya,” kata KDM, Kamis (27/8/2026).
Pemprov Jabar lewat Dinas Kehutanan terus rutin melakukan penghijauan lewat kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya, dalam kegiatan “Jumat Menanam” dimana dilakukan perawatan tanaman menggunakan metode infus akar.
Metode tersebut memanfaatkan sumber air yang tersedia di kawasan untuk menjaga kelembapan tanah dan memastikan tanaman tetap memperoleh pasokan air, terutama saat musim kemarau.
Metode infus akar memiliki sejumlah manfaat, mulai dari menghemat penggunaan air karena penyiraman berlangsung bertahap, menjaga kelembapan tanah, hingga mengurangi risiko erosi.
Selain sebagai media penyiraman, infus tersebut juga dapat diisi larutan nutrisi yang mengandung zat pengatur tumbuh, berfungsi sebagai pestisida alami, sekaligus membantu meningkatkan kesuburan tanah sehingga tanaman dapat tumbuh lebih sehat.
Mereka berharap pohon-pohon yang telah ditanam mampu tumbuh subur dan memberikan manfaat ekologis bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Salah satu hal penting dalam pemeliharaan adalah memastikan kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi. Di kawasan eks Hibisc, terdapat sumber air dari aliran sungai serta embung yang dapat dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman. Dengan pemanfaatan sumber air yang tersedia, pemeliharaan diharapkan dapat terus berjalan dan membantu menjaga pertumbuhan tanaman di tengah kondisi musim kemarau,” dikutip dari keterangan Dinas Kehutanan Jabar.
Kawasan eks Hibisc Fantasy menjadi salah satu lokasi prioritas rehabilitasi lahan setelah dibongkar pada Maret 2025. Saat itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan pembongkaran wahana wisata milik BUMD PT Jaswita tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan upaya menjaga kelestarian kawasan Puncak sebagai daerah resapan air.
Pembongkaran dipimpin langsung oleh Dedi Mulyadi bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi dan Kepala Satpol PP Jawa Barat Ade Afriandi. Setelah bangunan dibersihkan, kawasan tersebut kemudian direstorasi melalui penanaman berbagai jenis pohon untuk mengembalikan fungsi ekologisnya.
Kini, lebih dari setahun berselang, hamparan hijau mulai mendominasi kawasan yang sebelumnya dipenuhi bangunan wisata.
Kondisi ini kontras dengan rencana pembukaan kembali kawasan ekowisata di Puncak Bogor yang sebelumnya sempat disegel oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong Kementerian Kehutanan melakukan penegakan hukum yang lebih tegas dengan membongkar tempat wisata yang dimiliki tiga perusahaan lain yakni PT Perusahaan Perkebunan Sumber Sari Bumi Pakuan, PTPN I Regional 2 Gunung Mas dan kawasan Eiger Adventure Land.
Selain Hibisc Fantasy, ketiga tempat wisata itu juga turut disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Maret 2025 lalu.
Sumber : Bisnis.com
