2 Wajah Mata Uang Asia: Won -Rupiah Perkasa, Yuan – Yen Jatuh

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

JAKARTA, Supersemar News – Mata uang Asia bergerak terbelah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Dolar AS yang bergerak nyaris mendatar membuat respons mata uang kawasan tidak sepenuhnya seragam.
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.18 WIB, dari 10 mata uang Asia, sebanyak lima mata uang menguat terhadap dolar AS. Sementara lima lainnya melemah.

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pagi ini. Won menguat 0,24% ke posisi KRW 1.378,1/US$.

Dolar Taiwan menyusul dengan kenaikan 0,15% ke posisi TWD 31,627/US$. Rupiah juga berada di zona hijau dengan penguatan 0,14% ke posisi Rp17.690/US$.

Ringgit Malaysia turut menguat 0,12% ke MYR 4,025/US$, sementara dolar Singapura naik 0,06% ke SGD 1,27/US$.

Di sisi lain, peso Filipina menjadi mata uang dengan tekanan terdalam di Asia pagi ini. Peso melemah 0,47% ke posisi PHP 62,153/US$.

Baht Thailand juga terkoreksi cukup dalam, yakni 0,18% ke THB 32,92/US$. Dong Vietnam melemah 0,07% ke VND26.095/US$, disusul yuan China yang turun 0,03% ke CNY 6,7216/US$.

Baca Juga :  KASAL: “MARINIR AKAN DIPERKUAT 105 AAV M-35, TERKONEKSI DENGAN ALUTSISTA TNI AL”

Yen Jepang ikut melemah tipis 0,02% ke posisi JPY 159,4/US$.

Pergerakan mata uang Asia pagi ini masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) pada pagi ini terpantau melemah tipis 0,01% ke posisi 99,151.

Dolar AS cenderung bergerak datar setelah rilis sejumlah data ekonomi AS. Namun, perhatian pasar kini lebih banyak tertuju pada pidato Ketua The Federal Reserve/The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole.

Pelaku pasar akan mencermati apakah Warsh memberi sinyal baru mengenai arah suku bunga AS. Fokusnya bukan hanya soal inflasi dan tenaga kerja, tetapi juga bagaimana The Fed membaca kenaikan imbal hasil Treasury AS yang belakangan ikut memperketat kondisi keuangan.

Dolar AS sendiri sempat bangkit sekitar 0,35% sepanjang pekan ini, setelah pada pekan sebelumnya jatuh 0,83%. Pelemahan pekan lalu terjadi setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Departemen Keuangan akan menggandakan pembelian kembali obligasi bertenor panjang.

Baca Juga :  Bea Keluar Berlaku, Ekspor Emas hingga September Anjlok 80,9%

Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa pemerintah AS mulai memakai strategi yang lebih langsung untuk menahan kenaikan biaya pinjaman. Kekhawatiran itu sempat menekan dolar AS karena pelaku pasar menilai kebijakan tersebut dapat mengganggu kepercayaan terhadap aset berbasis dolar.

Erik Bregar, director of FX and precious metals risk management Silver Gold Bull, menilai pasar valuta asing saat ini masih seperti menunggu arah yang lebih jelas.

“Saya sebenarnya terkejut dolar tidak sedikit lebih kuat. Pasar FX, jujur saja, sedang seperti berada dalam kondisi trance,” ujar Bregar, dikutip dari Reuters.

Menurut Bregar, pidato Warsh menjadi penting karena pasar ingin melihat bagaimana The Fed memosisikan diri di tengah tarik-menarik antara sinyal pasar obligasi dan langkah pemerintah AS di pasar Treasury.

Data klaim pengangguran AS yang turun juga belum banyak menggerakkan dolar. Klaim awal tunjangan pengangguran turun untuk pekan kedua berturut-turut menjadi 203.000, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 208.000.

Sumber : CNBC Indonesia

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA
Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada
Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli
Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau
Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan
Fakta-fakta OTT KPK di BNPB
Gerindra Respons Hasil Survei Evaluasi 2 Tahun Prabowo
Panglima Korpasgat Pimpin Upacara Purnabakti 26 Prajurit Korpasgat
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:47 WIB

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Berita utama

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:13 WIB