SAMPIT, Supersemar News – Kabut asap yang menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), semakin pekat. Namun, sejumlah sekolah masih melaksanakan pembelajaran tatap muka pada Senin 12 Oktober 2026, meski kondisi udara pada pagi hari tampak berkabut kekuningan.
Pantauan di sejumlah sekolah di Kecamatan Baamang, Mentawa Baru Ketapang hingga Bagendang, terlihat orang tua tetap mengantar anak-anak mereka ke sekolah di tengah kabut asap yang menyelimuti lingkungan sekitar.
Sementara itu kualitas udara di Kabupaten Kotim dengan angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai 358 PM2,5 yang berada pada kategori Berbahaya.
Bau asap kebakaran tercium menyengat, menimbulkan rasa tidak nyaman pada hidung dan mata. Kondisi tersebut membuat sejumlah orang tua siswa menyayangkan kegiatan belajar tatap muka yang masih berlangsung di tengah memburuknya kondisi udara.
Salah seorang orang tua siswa berinisial IS mengaku khawatir dengan kondisi kesehatan anak-anak yang harus berangkat ke sekolah saat kabut asap semakin pekat.
Menurutnya, kesehatan dan keselamatan siswa seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pembelajaran, terutama ketika udara dipenuhi asap kebakaran.
”Kami sangat menyayangkan kalau anak-anak masih harus masuk sekolah dalam kondisi seperti ini. Asapnya sudah pekat dan baunya menyengat. Kami khawatir dampaknya terhadap kesehatan anak-anak,” ujarnya.
Ia berharap pihak sekolah maupun instansi terkait dapat mempertimbangkan kondisi udara sebelum memutuskan pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Menurutnya, kegiatan belajar dari rumah bisa menjadi pilihan apabila kondisi kabut asap dinilai membahayakan kesehatan siswa.
Keluhan serupa disampaikan orang tua siswa lainnya, IN. Ia berharap keselamatan peserta didik lebih diutamakan daripada memaksakan kegiatan belajar di sekolah ketika kabut asap masih menyelimuti wilayah Sampit dan sekitarnya.
”Harapan kami, kesehatan anak-anak benar-benar diperhatikan. Jangan sampai mereka tetap berangkat sekolah saat kondisi udara seperti ini, kemudian malah mengalami gangguan kesehatan,” ungkapnya.
Kabut asap yang semakin pekat menjadi tantangan bagi dunia pendidikan di Kotim. Ia menegaskan pemantauan kondisi udara dan kesehatan siswa dinilai penting sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan keberlanjutan pembelajaran tatap muka.
”Terlebih, anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika terpapar asap kebakaran, terutama apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama,” pungkasnya.













Komentar