MGMP GEOGRAFI SMA–MA MEANDER KAB.KOTAWARINGIN TIMUR PERKUAT KOMPETENSI GURU MELALUI DIGITALISASI PEMBELAJARAN DAN PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SAMPIT, Supersemar News – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi SMA–MA “Meander” Kabupaten Kotawaringin Timur terus memperkuat kompetensi profesional guru dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pertemuan rutin MGMP yang diselenggarakan pada Senin, 12 Oktober 2026, pukul 09.00–13.00 WIB, bertempat di SMAS Taruna Jaya Sampit, Jalan Yos Sudarso, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini diikuti oleh bapak dan ibu guru pengampu mata pelajaran Geografi dari berbagai SMA dan MA se-Kabupaten Kotawaringin Timur. Pertemuan berlangsung dengan antusiasme tinggi, mencerminkan komitmen bersama para pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kolaborasi profesional, serta mengembangkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mengusung semangat kolaborasi dan peningkatan mutu pendidikan, kegiatan MGMP kali ini tidak hanya diarahkan pada evaluasi program kerja organisasi, tetapi juga pada penguatan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pembelajaran, khususnya dalam penyusunan materi, pengembangan soal, dan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Digitalisasi Pembelajaran dan Pemanfaatan AI Menjadi Fokus Utama
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penyampaian materi mengenai digitalisasi pembelajaran dan penyusunan prompt AI untuk mendukung persiapan TKA Geografi dengan memanfaatkan platform Gemini AI dan ChatGPT. Materi disampaikan oleh Bapak Dhaniar P., S.Si., alumnus Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Dalam pemaparannya, peserta memperoleh penguatan mengenai pentingnya literasi digital bagi guru Geografi, terutama dalam mengadaptasi perkembangan teknologi kecerdasan buatan untuk menunjang proses pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan bahan ajar, merancang instrumen asesmen, menyusun variasi soal, membuat stimulus berbasis fenomena geosfer, serta mengembangkan soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).

Melalui Gemini AI dan ChatGPT, guru dapat berlatih menyusun instruksi atau prompt yang sistematis agar keluaran AI sesuai dengan tujuan pembelajaran, capaian pembelajaran, karakteristik peserta didik, dan indikator kompetensi yang hendak diukur dalam TKA Geografi.

Dalam konteks pembelajaran Geografi, teknologi AI berpotensi membantu guru mengembangkan persoalan kontekstual mengenai dinamika atmosfer, mitigasi bencana, perubahan penggunaan lahan, kependudukan, ketimpangan pembangunan wilayah, interaksi desa dan kota, serta berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Pendekatan ini diharapkan mampu memperkaya proses pembelajaran melalui penyajian permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Dengan demikian, Geografi tidak hanya dipelajari sebagai kumpulan konsep dan fakta keruangan, tetapi juga sebagai ilmu yang mengembangkan kemampuan analisis spasial, penalaran kritis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan berbasis bukti.

Para peserta juga didorong untuk memahami bahwa kualitas hasil pemanfaatan AI sangat dipengaruhi oleh ketepatan instruksi yang diberikan. Oleh karena itu, kemampuan menyusun prompt yang jelas, spesifik, kontekstual, dan terukur menjadi bagian penting dari kompetensi digital yang perlu dikembangkan oleh guru.

Meskipun demikian, penggunaan AI tetap memerlukan pengawasan dan penilaian profesional. Guru harus memverifikasi ketepatan konsep, kesesuaian substansi soal, validitas informasi, serta relevansinya dengan kisi-kisi dan ketentuan TKA yang berlaku. AI diposisikan sebagai alat bantu pengembangan pembelajaran, bukan sebagai pengganti kompetensi pedagogis, pertimbangan akademik, maupun tanggung jawab profesional guru.

Selain pengembangan kompetensi digital, pertemuan MGMP Geografi SMA–MA Meander juga diisi dengan evaluasi kegiatan dan program kerja organisasi. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa setiap program yang telah direncanakan dapat ditinjau berdasarkan pelaksanaan, capaian, kendala, dan manfaatnya bagi anggota.

Evaluasi organisasi profesi merupakan instrumen strategis untuk membangun budaya kerja yang terarah, transparan, dan berkelanjutan. Melalui forum musyawarah, para guru memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi, serta merumuskan langkah perbaikan terhadap kegiatan yang akan datang.

Agenda berikutnya adalah pembahasan kisi-kisi dan soal TKA Geografi lanjutan. Pembahasan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman guru terhadap karakteristik asesmen, kesesuaian indikator kompetensi, konstruksi soal, serta prinsip penilaian yang objektif dan bermutu.

Melalui diskusi kolegial, guru dapat saling bertukar pengalaman dalam mengembangkan soal yang tidak hanya menguji penguasaan pengetahuan, tetapi juga kemampuan menginterpretasi informasi, menganalisis fenomena keruangan, membaca data, memahami peta, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti.

Baca Juga :  Mantan ART Erin Taulany Layangkan Gugatan Rp1 Miliar, KTP dan Gaji Masih Ditahan

Forum MGMP juga menjadi wadah untuk menyelaraskan pemahaman antarpendidik sehingga pelaksanaan pembelajaran dan asesmen Geografi di satuan pendidikan dapat dikembangkan dengan standar mutu yang semakin baik, tanpa mengabaikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Selanjutnya, peserta melakukan perencanaan program kerja MGMP Geografi untuk bulan November 2026. Perencanaan ini diarahkan agar agenda organisasi lebih terstruktur, sesuai kebutuhan anggota, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi guru dan kualitas layanan pendidikan.

Ketua MGMP Geografi SMA–MA “Meander” Kabupaten Kotawaringin Timur, bapak Muhammad Isa As, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa kegiatan MGMP dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memperkuat kapasitas profesional guru Geografi di tengah perubahan paradigma pendidikan, perkembangan teknologi digital, serta tuntutan peningkatan kualitas pembelajaran dan asesmen.

Menurutnya, MGMP tidak semestinya hanya dipahami sebagai forum pertemuan rutin, melainkan sebagai komunitas belajar profesional yang mampu mengidentifikasi persoalan pembelajaran, mengembangkan solusi berbasis kajian akademik, serta menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

“Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Guru Geografi perlu terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kompetensinya agar mampu merancang pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui MGMP, kita ingin membangun ruang kolaborasi yang memungkinkan setiap guru saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik untuk meningkatkan mutu pembelajaran,” ungkap Muhammad Isa As.

Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa tujuan strategis yang hendak dicapai melalui kegiatan tersebut. Pertama, meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogis guru Geografi melalui penguatan literasi digital serta pemanfaatan teknologi AI secara tepat guna. Kedua, meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan soal dan perangkat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan asesmen, termasuk persiapan TKA Geografi. Ketiga, memperkuat budaya refleksi dan evaluasi program kerja organisasi agar kegiatan MGMP semakin terarah, efektif, dan berkelanjutan.
Keempat, membangun jejaring profesional yang memungkinkan guru dari berbagai sekolah dan madrasah berbagi pengalaman, mendiskusikan tantangan pembelajaran, serta merumuskan solusi secara kolektif. Kelima, mendorong lahirnya inovasi pembelajaran Geografi yang kontekstual, berbasis data, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis peserta didik.

Lebih lanjut, Muhammad Isa As menegaskan bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran harus tetap dilandasi prinsip kehati-hatian, integritas akademik, dan tanggung jawab pendidik.

“Teknologi tidak boleh membuat guru kehilangan peran intelektual dan pedagogisnya. Justru, teknologi harus memperkuat kemampuan guru dalam berpikir kritis, berinovasi, memvalidasi informasi, dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna kepada peserta didik. Gemini AI maupun ChatGPT dapat menjadi mitra kerja dalam menyiapkan pembelajaran, tetapi keputusan akhir mengenai ketepatan materi, kualitas soal, dan kelayakan penggunaannya tetap berada pada guru,” jelasnya.

Ia juga berharap agar hasil kegiatan tidak berhenti pada diskusi dan pemahaman konseptual, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam praktik pembelajaran di sekolah masing-masing. Guru diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk menyusun perangkat pembelajaran, mengembangkan soal berkualitas, meningkatkan kesiapan peserta didik menghadapi asesmen, dan memperluas pemanfaatan media digital secara bertanggung jawab.

“Harapan kami, MGMP Geografi Meander menjadi komunitas belajar yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan. Setiap pertemuan harus menghasilkan nilai tambah bagi guru, sekolah, dan peserta didik.

Kita ingin guru Geografi di Kotawaringin Timur semakin kompeten, terbuka terhadap perubahan, kuat dalam kolaborasi, dan tetap berpegang pada nilai-nilai akademik serta etika profesi,” tambahnya.

Terselenggaranya kegiatan MGMP Geografi SMA–MA Meander hari ini dengan lancar tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama Ketua MKKS SMA–MA Kabupaten Kotawaringin Timur, Bapak Drs. Kodarahim, beserta seluruh bapak dan ibu kepala sekolah serta guru pengampu mata pelajaran Geografi SMA–MA se-Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam memperkuat keberadaan MGMP sebagai wadah pengembangan profesi guru. Sinergi antara organisasi profesi, kepala sekolah, dan pendidik merupakan salah satu prasyarat bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan kelembagaan, memfasilitasi pengembangan kompetensi guru, serta mendorong penerapan hasil kegiatan MGMP di satuan pendidikan.

Sementara itu, guru berperan sebagai pelaksana sekaligus pengembang inovasi pembelajaran yang berhadapan langsung dengan kebutuhan belajar peserta didik.

Baca Juga :  Profil Irjen Pol Yudho Hermanto, Karopaminal Divpropam Polri yang Kini Jabat Kapolda Sulut

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada individu guru, tetapi membutuhkan dukungan sistemik dari seluruh unsur pendidikan. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, MGMP dapat menjadi penghubung antara kebutuhan pembelajaran di kelas, kebijakan sekolah, dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Meneguhkan Peran Geografi dalam Menjawab Tantangan Zaman
Di tengah berbagai persoalan kontemporer, mata pelajaran Geografi memiliki posisi strategis dalam membangun pemahaman peserta didik mengenai hubungan manusia, ruang, dan lingkungan. Perubahan iklim, bencana hidrometeorologi, urbanisasi, perubahan penggunaan lahan, ketimpangan wilayah, dan pengelolaan sumber daya alam merupakan sebagian persoalan yang membutuhkan cara pandang geografis secara komprehensif.

Karena itu, peningkatan kualitas pembelajaran Geografi harus diarahkan pada pengembangan kompetensi yang melampaui kemampuan menghafal fakta. Peserta didik perlu dibimbing agar mampu mengidentifikasi pola keruangan, menginterpretasi data, memahami hubungan sebab-akibat, mengevaluasi alternatif penyelesaian masalah, dan merumuskan rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Digitalisasi pembelajaran dapat mendukung pencapaian tujuan tersebut apabila diterapkan melalui desain pembelajaran yang tepat. Pemanfaatan peta digital, data geospasial, visualisasi informasi, sumber belajar daring, dan teknologi AI dapat memperluas pengalaman belajar peserta didik. Namun, seluruh perangkat tersebut perlu diintegrasikan dengan metode pembelajaran yang mendorong eksplorasi, diskusi, penelitian sederhana, dan refleksi kritis.

Dalam perspektif pengembangan profesi, kegiatan MGMP menjadi ruang penting untuk menjembatani perkembangan teknologi dengan kebutuhan nyata pembelajaran di sekolah. Melalui diskusi, pelatihan, evaluasi, dan perencanaan program, guru dapat membangun kapasitas kolektif untuk merespons perubahan secara terukur dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, keberhasilan digitalisasi pembelajaran tidak semata-mata ditentukan oleh penggunaan teknologi, melainkan oleh kemampuan pendidik dalam mengintegrasikan teknologi dengan tujuan pendidikan, substansi keilmuan, strategi pedagogis, dan karakteristik peserta didik.

MGMP Meander Berkomitmen Mengembangkan Program Berkelanjutan
Melalui pertemuan ini, MGMP Geografi SMA–MA “Meander” Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi guru, penguatan kualitas asesmen, inovasi pembelajaran, dan pengembangan jejaring profesional antarsekolah dan madrasah.

Perencanaan program kerja untuk November 2026 menjadi langkah lanjutan dalam memastikan kesinambungan kegiatan organisasi. Program mendatang diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan pengembangan kompetensi guru, termasuk pemanfaatan teknologi pembelajaran, penguatan materi Geografi, penyusunan perangkat asesmen, serta pertukaran praktik baik antarpengajar.

Keberlanjutan program juga memerlukan evaluasi berkala dan indikator keberhasilan yang jelas. Hasil kegiatan perlu ditinjau berdasarkan keterlibatan anggota, produk pembelajaran yang dihasilkan, penerapan inovasi di kelas, serta manfaatnya terhadap proses belajar peserta didik. Dengan pendekatan tersebut, MGMP dapat berkembang dari forum berbagi informasi menjadi komunitas belajar profesional yang memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan daerah.

Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan menjadi modal sosial yang berharga bagi pengembangan organisasi. Semangat untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, dan membangun inovasi menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dapat dimulai dari kolaborasi yang konsisten dan komitmen untuk terus berkembang.

Secara keseluruhan, kegiatan MGMP Geografi SMA–MA Meander Kabupaten Kotawaringin Timur pada Senin, 12 Oktober 2026, berlangsung dengan lancar dan produktif. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat wawasan guru tentang digitalisasi pembelajaran dan pemanfaatan AI, tetapi juga meneguhkan pentingnya evaluasi organisasi, perencanaan program, dan kolaborasi profesional dalam membangun pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Dengan dukungan MKKS, kepala sekolah, narasumber, dan seluruh guru Geografi SMA–MA se-Kabupaten Kotawaringin Timur, MGMP Meander diharapkan terus tumbuh sebagai wadah pengembangan profesi yang mampu menghadirkan inovasi pembelajaran serta berkontribusi terhadap lahirnya generasi yang kritis, literat secara digital, peduli lingkungan, dan memiliki pemahaman keruangan yang kuat.

Guru yang hebat bukanlah guru yang berhenti pada pengetahuan yang dimilikinya, melainkan guru yang terus belajar, berani berinovasi, dan bersedia berbagi untuk menumbuhkan kecerdasan generasi masa depan. Teknologi dapat memperluas kemampuan manusia, tetapi kebijaksanaan, integritas, dan keteladanan gurulah yang memberikan arah bagi pendidikan. Melalui kolaborasi, ilmu menjadi kekuatan; melalui inovasi, pembelajaran menjadi bermakna; dan melalui kebersamaan, pendidikan tumbuh menuju masa depan yang lebih baik.

HUMAS MGMP GEOGRAFI SMA–MA “MEANDER”
KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Menguning, Orang Tua Sayangkan Sekolah Masih Gelar Tatap Muka
Menhut RI Raja Juli Direncanakan Tinjau Karhutla di Kotim
Kapolda Jatim Dekananto Eko Purwono Prioritaskan Pelayanan Humanis dan Pemberantasan Narkoba
Komisi VIII DPR RI dan Menteri Haji Sepakati BPIH 2027 Rata-Rata Rp98,47 Juta per Jemaah
Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla, Lanud Sjamsudin Noor Bersama Satgas Gabungan Lakukan Pemadaman di Gambut
6 Irjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Lemdiklat Dalam Mutasi Polri Terbaru, Ini Daftar Namanya
Prabowo Belum Konfirmasi Hadiri MotoGP Mandalika 2026
Cerita Sejarah, Fakta Menarik, dan Peran Ekologis Sungai Brantas
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:27 WIB

MGMP GEOGRAFI SMA–MA MEANDER KAB.KOTAWARINGIN TIMUR PERKUAT KOMPETENSI GURU MELALUI DIGITALISASI PEMBELAJARAN DAN PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Kabut Asap Menguning, Orang Tua Sayangkan Sekolah Masih Gelar Tatap Muka

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Menhut RI Raja Juli Direncanakan Tinjau Karhutla di Kotim

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Kapolda Jatim Dekananto Eko Purwono Prioritaskan Pelayanan Humanis dan Pemberantasan Narkoba

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:52 WIB

Komisi VIII DPR RI dan Menteri Haji Sepakati BPIH 2027 Rata-Rata Rp98,47 Juta per Jemaah

Berita Terbaru

Berita utama

Menhut RI Raja Juli Direncanakan Tinjau Karhutla di Kotim

Senin, 12 Okt 2026 - 08:37 WIB