Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SAMPIT, Supersemar News – Masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi. Kondisi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang terasa payau membuat warga terpaksa membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari.

Bahkan, warga harus mengantre hingga berjam-jam di tempat pengisian air isi ulang yang sumber airnya tidak payau. Pasalnya, tidak semua tempat pengisian menggunakan sumber air yang aman dari intrusi air asin. Jika air bakunya berasal dari PDAM, air yang dihasilkan juga berpotensi terasa payau.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim Umar Kaderi mengatakan, kondisi air payau perlu menjadi perhatian karena berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama di wilayah Baamang dan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang).

“Kasus diare juga mengalami peningkatan di Baamang dan MB Ketapang. Ini mungkin ada kaitannya dengan air asin yang masuk ke sungai sehingga air menjadi payau,” ujarnya Rabu 14 Oktober 2026.

Ia menegaskan, air PDAM di wilayah tersebut untuk sementara hanya disarankan digunakan untuk keperluan mandi dan mencuci, bukan untuk dikonsumsi.

Baca Juga :  Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Ganti Sigit

“Kami menyarankan masyarakat menggunakan air isi ulang yang diproduksi dari sumber air di daerah bukit karena lebih aman untuk dikonsumsi. Sementara untuk mandi dan mencuci, air PDAM masih bisa digunakan,” jelasnya.

Menurut Umar, mengonsumsi air payau berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk diare. Selain itu, masyarakat yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi juga perlu lebih berhati-hati.

Bagi penderita hipertensi, ia mengingatkan agar tetap berkonsultasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga medis untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali.

Di tengah kondisi kekeringan dan kabut asap yang berkepanjangan, Umar berharap hujan segera turun agar intrusi air asin ke Sungai Mentaya, khususnya di wilayah Sampit, dapat berkurang.

Jika kondisi tersebut terus berlanjut, menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan solusi untuk memenuhi kebutuhan air layak konsumsi masyarakat. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan ialah memasok air dari wilayah Cempaga atau Kota Besi.

Baca Juga :  Dasco Hadiri Pelantikan Pengurus Gerindra Kota Tangerang

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah daerah, khususnya PDAM, agar suplai air dari daerah Cempaka Mulia atau Kotabesi bisa masuk ke Sampit, terutama untuk kebutuhan minum,” katanya.

Selain itu, ia menyebut air isi ulang yang bersumber dari mata air di Cempaga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat. Berdasarkan pemeriksaan yang pernah dilakukan pihaknya, air tersebut memiliki pH sekitar 7,2.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kelayakan air minum tidak cukup ditentukan dari nilai pH saja, tetapi juga perlu dipastikan melalui pemeriksaan kualitas air secara menyeluruh.

Terkait pengawasan penggunaan air oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Umar menjelaskan bahwa pengawasan terhadap sektor tersebut menjadi kewenangan instansi terkait. Dinkes, kata dia, berfokus pada kesehatan masyarakat, termasuk keamanan air yang dikonsumsi dan dampak kesehatannya.

Ia pun mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan melalui pola makan dan tidur yang baik serta membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih terjadi.

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada
Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli
Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan
Fakta-fakta OTT KPK di BNPB
Gerindra Respons Hasil Survei Evaluasi 2 Tahun Prabowo
Panglima Korpasgat Pimpin Upacara Purnabakti 26 Prajurit Korpasgat
MotoGP Mandalika 2026 Berakhir Hari Ini, Polri Pastikan Keamanan hingga Balapan Usai
Danlanud RSA Natuna Dampingi Tim Dalwas Kodau I Tinjau Proyek Bangfas TA 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Fakta-fakta OTT KPK di BNPB

Berita Terbaru

Berita utama

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:13 WIB

Berita utama

Fakta-fakta OTT KPK di BNPB

Rabu, 14 Okt 2026 - 08:43 WIB