Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SAMPIT, Supersemar News – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak hanya mengganggu aktivitas penerbangan, tetapi juga menjadi perhatian dalam aktivitas pelayaran di Sungai Mentaya, Sampit.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim mengimbau para motoris klotok dan perahu kecil yang melayani penyeberangan antarkecamatan agar meningkatkan kewaspadaan. Meski kondisi pelayaran sejauh ini masih dinilai aman, jarak pandang yang menurun akibat kabut asap berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di sungai.

Kepala Dishub Kotim Raihansyah mengatakan, pihaknya terus memberikan imbauan kepada motoris, khususnya yang melayani perjalanan dari Sampit menuju wilayah seberang, termasuk Kecamatan Seranau.

Pengawasan juga diperketat melalui koordinasi dengan instansi terkait, seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta kepolisian sektor pelabuhan.

“Ini terus kami lakukan imbauan kepada seluruh motoris, terutama motoris klotok, agar lebih berhati-hati dalam perjalanan di Sungai Mentaya,” ujarnya, Selasa 13 Oktober 2026.

Baca Juga :  Polisi mendalami penyebab kebakaran di Terminal NPCT1 Jakut

Raihansyah mengungkapkan, kondisi jarak pandang di sungai sangat dipengaruhi arah dan kecepatan angin. Pada waktu tertentu, terutama sore hari, jarak pandang bahkan dapat turun hingga di bawah 100 meter.

Sementara pada pagi hari, jarak pandang di kawasan sungai berdasarkan pantauan bisa mencapai sekitar 500 meter. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan patokan tetap karena arah angin berubah-ubah setiap hari.

Menurutnya, kabut asap dapat bertahan di kawasan sungai ketika angin tidak berembus. Sebaliknya, saat angin mulai bergerak, kabut dapat bergeser ke daratan.

“Tidak bisa kita memastikan jam sekian asap tebal, jam sekian juga tebal. Contohnya, kemarin kondisi sangat parah sampai cuaca terlihat kuning, sedangkan hari ini agak cerah. Untuk sore nanti, kita belum tahu karena tergantung cuaca dan angin,” jelasnya.

Ia menambahkan, kapal-kapal kecil yang digunakan untuk penyeberangan masih relatif dapat dikendalikan ketika jarak pandang sekitar 100 meter. Meski demikian, para motoris tetap diminta berhati-hati dan menyesuaikan perjalanan dengan kondisi aktual di lapangan.

Baca Juga :  Daftar 10 Jurusan Kuliah Paling Banyak Cetak Pengangguran

Sementara itu, untuk kapal laut, Raihansyah memastikan hingga saat ini belum ada perubahan jadwal keberangkatan akibat kabut asap. Aktivitas pelayaran masih berjalan, tetapi pengawasan saat kapal memasuki Alur Sungai Mentaya diperketat bersama instansi terkait.

Selain kabut asap, kondisi gelombang laut yang mulai meningkat juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pelayaran. Karena itu, aspek keselamatan dan kondisi cuaca tetap diperhitungkan dalam proses pemberangkatan kapal berdasarkan pertimbangan BMKG dan KSOP.

Dishub Kotim juga menyebutkan belum menerima laporan kecelakaan di Sungai Mentaya akibat kabut asap. Pihaknya berharap kondisi tersebut tetap terjaga dengan meningkatnya kewaspadaan para motoris dan pengawasan dari instansi terkait. Diharapkan kemarau segera berakhir sehingga kabut asap serta karhutla bisa segera hilang. (Nardi)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli
Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau
Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan
Fakta-fakta OTT KPK di BNPB
Gerindra Respons Hasil Survei Evaluasi 2 Tahun Prabowo
Panglima Korpasgat Pimpin Upacara Purnabakti 26 Prajurit Korpasgat
MotoGP Mandalika 2026 Berakhir Hari Ini, Polri Pastikan Keamanan hingga Balapan Usai
Danlanud RSA Natuna Dampingi Tim Dalwas Kodau I Tinjau Proyek Bangfas TA 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Fakta-fakta OTT KPK di BNPB

Berita Terbaru

Berita utama

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:13 WIB

Berita utama

Fakta-fakta OTT KPK di BNPB

Rabu, 14 Okt 2026 - 08:43 WIB