SAMPIT, Supersemar News – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak hanya mengganggu aktivitas penerbangan, tetapi juga menjadi perhatian dalam aktivitas pelayaran di Sungai Mentaya, Sampit.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim mengimbau para motoris klotok dan perahu kecil yang melayani penyeberangan antarkecamatan agar meningkatkan kewaspadaan. Meski kondisi pelayaran sejauh ini masih dinilai aman, jarak pandang yang menurun akibat kabut asap berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di sungai.
Kepala Dishub Kotim Raihansyah mengatakan, pihaknya terus memberikan imbauan kepada motoris, khususnya yang melayani perjalanan dari Sampit menuju wilayah seberang, termasuk Kecamatan Seranau.
Pengawasan juga diperketat melalui koordinasi dengan instansi terkait, seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta kepolisian sektor pelabuhan.
“Ini terus kami lakukan imbauan kepada seluruh motoris, terutama motoris klotok, agar lebih berhati-hati dalam perjalanan di Sungai Mentaya,” ujarnya, Selasa 13 Oktober 2026.
Raihansyah mengungkapkan, kondisi jarak pandang di sungai sangat dipengaruhi arah dan kecepatan angin. Pada waktu tertentu, terutama sore hari, jarak pandang bahkan dapat turun hingga di bawah 100 meter.
Sementara pada pagi hari, jarak pandang di kawasan sungai berdasarkan pantauan bisa mencapai sekitar 500 meter. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan patokan tetap karena arah angin berubah-ubah setiap hari.
Menurutnya, kabut asap dapat bertahan di kawasan sungai ketika angin tidak berembus. Sebaliknya, saat angin mulai bergerak, kabut dapat bergeser ke daratan.
“Tidak bisa kita memastikan jam sekian asap tebal, jam sekian juga tebal. Contohnya, kemarin kondisi sangat parah sampai cuaca terlihat kuning, sedangkan hari ini agak cerah. Untuk sore nanti, kita belum tahu karena tergantung cuaca dan angin,” jelasnya.
Ia menambahkan, kapal-kapal kecil yang digunakan untuk penyeberangan masih relatif dapat dikendalikan ketika jarak pandang sekitar 100 meter. Meski demikian, para motoris tetap diminta berhati-hati dan menyesuaikan perjalanan dengan kondisi aktual di lapangan.
Sementara itu, untuk kapal laut, Raihansyah memastikan hingga saat ini belum ada perubahan jadwal keberangkatan akibat kabut asap. Aktivitas pelayaran masih berjalan, tetapi pengawasan saat kapal memasuki Alur Sungai Mentaya diperketat bersama instansi terkait.
Selain kabut asap, kondisi gelombang laut yang mulai meningkat juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pelayaran. Karena itu, aspek keselamatan dan kondisi cuaca tetap diperhitungkan dalam proses pemberangkatan kapal berdasarkan pertimbangan BMKG dan KSOP.
Dishub Kotim juga menyebutkan belum menerima laporan kecelakaan di Sungai Mentaya akibat kabut asap. Pihaknya berharap kondisi tersebut tetap terjaga dengan meningkatnya kewaspadaan para motoris dan pengawasan dari instansi terkait. Diharapkan kemarau segera berakhir sehingga kabut asap serta karhutla bisa segera hilang. (Nardi)












Komentar