SAMPIT, Supersemar News – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meminta perusahaan besar membantu pemerintah daerah mengatasi kesulitan air bersih serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang melanda daerah ini.

“Mudah-mudahan perusahaan dan desa yang berada di sekitar lokasi perusahaan juga dapat membantu desa-desa sekitar untuk kebutuhan air bersih,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Sabtu.

Multazam mengutip pernyataan pakar Klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin yang memperingatkan adanya potensi fenomena Super El Nino pada 2026. Karakter dan puncak El Nino kali ini diprediksi akan lebih tinggi dibanding El Nino pada 2023 lalu.

Seiring pendapat itu, kata Multazam, kondisi cuaca di awal Juli sudah terasa sekali dampak El Nino. Untuk itu kewaspadaan harus ditingkatkan, terlebih karhutla dan kekeringan yang melanda daerah ini.

“Nantinya akan ada pilihan, air bersih atau air pemadaman. Mudah-mudahan karhutla terkendali, sehingga kami bisa membagi kekuatan untuk distribusi air bersih. Pilihan ini memberi konsekuensi masing-masing,” timpal Multazam.

Sudah sekitar dua pekan kekeringan di wilayah selatan Kotawaringin Timur menyebabkan warga sejumlah desa kesulitan mendapatkan air bersih. Pemerintah daerah melalui Perumdam Tirta Mentaya bersinergi dengan BPBD pun harus memasok air bersih dari Sampit menggunakan mobil tangki ke desa-desa tersebut.

Terbaru, BPBD menerima laporan warga Desa Tanah Putih Kecamatan Telawang bahwa masyarakat di salah satu dukuh di desa tersebut kesulitan air bersih. Warga meminta bantuan pemerintah daerah dan solusi menghadapi kesulitan air bersih yang dikhawatirkan akan cukup lama.

Terbaru, BPBD menerima laporan warga Desa Tanah Putih Kecamatan Telawang bahwa masyarakat di salah satu dukuh di desa tersebut kesulitan air bersih. Warga meminta bantuan pemerintah daerah dan solusi menghadapi kesulitan air bersih yang dikhawatirkan akan cukup lama.

Sumber : ANTARA News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *