
SAMPIT, Supersemar News – Dugaan pencemaran sungai Baamang di kecamatan Baamang menanti langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Timur dan kelurahan setempat agar menyikapi dugaan tersebut apakah ada unsur pencemaran atau tidak.
Mengingat Hal ini sudah lama menjadi keluhan warga bagian bawah (hilir) sungai dan warga sekitar sungai yaitu mencium aroma bau tidak sedap yang mereka alami sampai saat ini, namun tidak hanya warga sekitar sungai Baamang saja,penguna jalan yang melintas di terowongan nur Mentaya pun sekilas mencium aroma tidak sedap tersebut.
Hal ini seharusnya menjadi perhatian khusus pihak pemerintah daerah Kotawaringin Timur agar memperhatikan sungai Baamang tersebut Agar terlihat lebih indah dipandang mata terbebas dari pencemaran dan sampah yang mengakibatkan tersumbat nya aliran sungai dan berdampak banjir saat musim hujan.

Melihat kondisi hulu sungai Baamang terlihat dangkal dan mengalir air kecil yang di duga air tersebut penyebab bau.
Awak media mencoba mengkonfirmasi dugaan pencemaran sungai Baamang tersebut kepada RT setempat namun beliau tidak bisa memberikan keterangan dikarenakan beliau masih dalam masa pemulihan kesehatan.
Selanjutnya awak media mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kepada pihak Dinas lingkungan hidup Kotim namun diarahkan untuk menghubungi Pos SIAP PEDULI (pelayanan pengaduan lingkungan) DLH KOTIM ke nomor O851-3872-5474
Pos PEDULI tersebut untuk melayani aduan masyarakat terkait lingkungan ucap salah satu kabid DLH KOTIM.
Pada tanggal 6 Oktober 2026 pihak Dinas lingkungan hidup Kotim turun langsung ke lokasi sungai Baamang tersebut untuk memastikan seperti dugaan pencemaran sungai Baamang tersebut dan sumber bau tidak sedap itu dari mana.

Dalam hal penanganannya untuk di tindak lanjuti sesegera mungkin agar terlihat apakah ada unsur kesengajaan oknum untuk mencemari sungai Baamang tersebut ataupun tidak ada.hal ini sekedar hanya dugaan dan menanti langkah Dinas Lingkungan Hidup dan pihak kelurahan setempat.(SUP 88)
