
BANYUWANGI, Supersemar News – Dua pemuda asal Banyuwangi, Letda Laut (P) Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra dan Letda (Mar) Fikri Bima Herdian Useng, meraih penghargaan tertinggi di Akademi Angkatan Laut (AAL) setelah melewati perjalanan panjang dan sejumlah kegagalan.
Rizqi meraih Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik AAL secara umum, sedangkan Fikri meraih Adhi Prasta sebagai lulusan terbaik Korps Marinir AAL.
Keduanya menerima penghargaan tersebut dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Penghargaan kepada Rizqi disematkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Bagi Rizqi, perjalanan menuju AAL tidak berlangsung mulus.
Perwira asal Kecamatan Rogojampi itu sempat gagal dalam tahap pemantauan akhir (pantukhir) Akademi Militer (Akmil) setelah lulus dari SMA Taruna Nusantara pada 2019.
Ia kemudian kembali gagal saat mendaftar Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2020 dan 2021.
Pada 2022, Rizqi sempat berkuliah selama dua semester di Malang. Namun, keinginan untuk menjadi prajurit tidak hilang.
“Saya delapan kali gagal. Tapi tidak menyerah. Alhamdulillah pada tes yang ke sembilan saya berhasil lolos,” kenang Rizqi saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, Jumat (31/7/2026).
Atas saran orangtuanya, Rizqi kemudian mencoba mendaftar ke AAL pada 2023. Percobaan kesembilan itu menjadi titik balik yang mengantarkannya meraih penghargaan tertinggi sebagai lulusan terbaik AAL.
Perjalanan serupa dialami Fikri. Alumni SMAN 1 Srono tahun 2022 asal Desa Kebaman, Kecamatan Srono, itu juga pernah mengalami kegagalan dalam mengejar cita-citanya menjadi prajurit.
Fikri bahkan pernah mendapat peringkat ke-36 dari 38 siswa saat duduk di bangku sekolah.
“Dulu saya pernah peringkat ke-36 dari 38 siswa. Tapi saya tidak malu punya mimpi besar,” ungkapnya.
Fikri juga pernah gagal saat mendaftar Akmil pada 2022.
Kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia justru menjadikannya motivasi untuk meningkatkan kemampuan fisik, disiplin, serta meminta restu orang tua.
Pada tahun berikutnya, Fikri kembali mendaftar ke sejumlah instansi hingga akhirnya diterima di AAL. Ia kemudian berhasil menjadi lulusan terbaik Korps Marinir AAL dan meraih Adhi Prasta.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang menemui Rizqi dan Fikri mengaku bangga sekaligus terharu atas pencapaian kedua perwira muda tersebut.
Menurut Ipuk, kisah keduanya dapat menjadi motivasi bagi anak-anak muda Banyuwangi untuk tidak menyerah ketika menghadapi kegagalan.
“Banyuwangi bangga memiliki pemuda seperti kalian. Ini adalah bukti bahwa kerja keras yang diiringi dengan doa dan restu orang tua akan berbuah kesuksesan,” tutur Ipuk.
Sumber : Kompas.com
