Momentum HUT ke-31 Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan di Kranggan Permai, Jatisampurna, Kota Bekasi, diawali dengan santunan janda lansia pemulung serta anak-anak terlantar sebagai wujud nyata tema “Karya Bakti Sisi Manusiawi Kita untuk Pemulung Anak dan Anak Terlantar.” Aksi sosial ini menegaskan komitmen rehumanisasi dan kepedulian terhadap kaum dhuafa di bulan Ramadan 1447 H.

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA –Menyambut hari jadi ke-31, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan mengawali rangkaian peringatan dengan aksi nyata: menyantuni para janda lanjut usia yang berprofesi sebagai pemulung. Kegiatan tersebut digelar di Sanggar Humaniora, Perumahan Kranggan Permai, Jatisampurna, Kota Bekasi, Selasa (3/3/2026).

Langkah ini bukan sekadar seremoni pembuka. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi pernyataan tegas bahwa usia 31 tahun adalah bukti konsistensi dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan. Yayasan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah kelompok rentan, khususnya janda lansia pemulung dan anak-anak terlantar.

Puncak acara tasyakuran HUT ke-31 akan dilaksanakan pada Jumat, 17 Ramadan 1447 H atau 6 Maret 2026. Namun sebelum memasuki agenda puncak, yayasan memilih bergerak lebih awal. Mereka tidak menunggu perayaan, melainkan langsung menyalurkan kepedulian.

Santunan Janda Lansia Pemulung: Aksi Nyata Tanpa Retorika

Kebersamaan relawan dan penerima manfaat dalam rangkaian HUT ke-31 Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan di Jatisampurna, Kota Bekasi. Santunan janda lansia pemulung dan anak-anak terlantar ini menjadi wujud nyata tema “Karya Bakti Sisi Manusiawi Kita untuk Pemulung Anak dan Anak Terlantar” sekaligus penegasan komitmen rehumanisasi dan kepedulian sosial di bulan Ramadan 1447 H.

Dalam kegiatan pembuka, panitia HUT memprioritaskan santunan kepada janda lanjut usia yang masih bertahan hidup dengan memulung barang bekas. Di usia senja, mereka tetap bekerja keras demi memenuhi kebutuhan harian.

Santunan yang diberikan meliputi kebutuhan pokok, bantuan dana, serta dukungan moral. Namun demikian, yayasan tidak berhenti pada bantuan sesaat. Mereka merancang pendampingan berkelanjutan agar para lansia tidak terus terjebak dalam lingkaran kemiskinan struktural.

Lebih jauh, kegiatan ini menegaskan bahwa kemiskinan bukan sekadar angka statistik. Di baliknya ada realitas getir yang harus dihadapi setiap hari. Karena itu, pendekatan yayasan bersifat humanis sekaligus edukatif.

Tema HUT ke-31: Karya Bakti Sisi Manusiawi Kita

Peringatan HUT ke-31 tahun 2026 mengusung tema:

“Karya Bakti Sisi Manusiawi Kita untuk Pemulung Anak dan Anak Terlantar.”

Tema ini mengandung pesan kuat. Pertama, yayasan mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada rasa kasihan. Kedua, mereka mendorong tindakan konkret. Ketiga, mereka menegaskan pentingnya rehumanisasi—memanusiakan manusia dalam arti yang sesungguhnya.

Konsep rehumanisasi menjadi benang merah seluruh kegiatan. Anak-anak jalanan, pemulung anak, pengamen anak, serta anak pemulung menjadi perhatian utama. Sebagian dari mereka adalah yatim piatu yang kehilangan perlindungan keluarga.

Fokus pada Anak Jalanan dan Anak Terlantar

Pada puncak acara nanti, yayasan akan menyantuni anak jalanan, pemulung anak, pengamen anak, serta anak terlantar. Mereka juga mendapatkan pembinaan pendidikan informal dan penguatan karakter di Sanggar Humaniora.

Berdasarkan pengamatan lapangan, faktor ekonomi dan disfungsi keluarga menjadi penyebab utama meningkatnya jumlah anak terlantar. Urbanisasi tanpa kesiapan finansial turut memperparah kondisi tersebut.

Karena itu, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan menilai bahwa solusi harus bersifat komprehensif. Santunan penting, tetapi pendidikan dan pembinaan karakter jauh lebih menentukan masa depan mereka.

Edukasi dan Pembinaan: Strategi Jangka Panjang

Selain santunan, yayasan mengelola program belajar dan pembinaan di Sanggar Humaniora. Anak-anak binaan mendapatkan pendampingan akademik, nilai moral, serta pelatihan keterampilan dasar.

Pendekatan ini bertujuan membangun rasa percaya diri dan membuka harapan baru. Anak-anak didorong memiliki cita-cita dan memahami bahwa masa depan mereka tidak harus terhenti oleh kondisi sosial saat ini.

Dengan demikian, gerakan sosial ini tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga transformatif.

Momentum Ramadan: Refleksi dan Penguatan Solidaritas

Pelaksanaan puncak HUT pada 6 Maret 2026 yang bertepatan dengan Ramadan memberikan makna spiritual yang mendalam. Momentum ini menjadi ajang refleksi perjalanan 31 tahun pengabdian sosial.

Yayasan menegaskan bahwa perjuangan kemanusiaan harus terus diperbarui. Solidaritas sosial tidak boleh luntur di tengah arus modernisasi dan individualisme.

Ucapan Redaksi Supersemar News

Redaksi Supersemar News menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan atas dedikasi dan konsistensi selama 31 tahun dalam membela kaum dhuafa dan kelompok marginal.

Menurut Redaksi, langkah menyantuni janda lansia pemulung dan anak-anak terlantar bukan sekadar kegiatan sosial rutin, melainkan simbol keberpihakan nyata terhadap masyarakat kecil. Aksi ini menunjukkan bahwa kemanusiaan harus diwujudkan dalam tindakan, bukan hanya narasi.

Redaksi juga menilai bahwa tema “Karya Bakti Sisi Manusiawi Kita” sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini. Ketika sebagian masyarakat terjebak dalam sikap apatis, Yayasan Humaniora justru mengajak publik bergerak bersama.

Supersemar News berharap gerakan ini dapat menginspirasi lembaga lain, sektor swasta, serta pemerintah untuk memperkuat kolaborasi sosial. Karena pada akhirnya, persoalan anak jalanan dan kemiskinan lansia bukan hanya tanggung jawab satu pihak.

Harapan di Usia 31 Tahun

Memasuki usia ke-31, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan diharapkan semakin memperluas jangkauan programnya. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar dampak sosial semakin besar.

Gerakan rehumanisasi yang digaungkan diharapkan tidak berhenti pada peringatan HUT semata, melainkan menjadi agenda berkelanjutan.

Sebagai penutup, Redaksi Supersemar News menyampaikan:

Selamat Ulang Tahun ke-31
Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan (1995–2026).

Semoga terus menjadi pelita kemanusiaan, menghadirkan harapan bagi janda lansia, anak jalanan, dan anak-anak terlantar, serta memperkuat solidaritas sosial demi masa depan yang lebih bermartabat.***(SB)

SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki