
SUPERSEMAR NEWS โ Batam โ Kemenko Polkam menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan investasi nasional melalui penguatan kebebasan sipil, hak berserikat, dan kebebasan berkumpul sebagai fondasi penting terciptanya stabilitas yang dibutuhkan pelaku usaha dan investor. Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penguatan Kebebasan Sipil yang digelar di Batam, Kamis (20/11/2025).
Batam Jadi Barometer Ekonomi dan Pintu Gerbang Investasi
Acara ini dibuka oleh Brigjen TNI Arudji Anwar, Asisten Deputi Koordinasi Ormas Kemenko Polkam, yang menekankan bahwa kebebasan masyarakat sipil berperan langsung dalam menciptakan kondisi aman untuk mendorong peningkatan investasi.
โForum ini mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk menjadi pionir dalam mempromosikan persatuan, toleransi, moderasi beragama, dan kebhinekaan, yang berdampak pada pembangunan serta investasi,โ tegas Arudji.
Ia juga menyoroti posisi strategis Kota Batam sebagai pusat pertumbuhan investasi nasional. Dengan letak geografis, infrastruktur pelabuhan, dan kawasan industri yang terintegrasi, Batam disebut sebagai pintu gerbang investasi dengan pertumbuhan tertinggi di Indonesia.
Kebebasan Sipil sebagai Pondasi Stabilitas dan Iklim Investasi
Lebih jauh, Arudji menjelaskan bahwa kebebasan sipil harus dijunjung tinggi untuk menjaga stabilitas keamanan, terutama di pusat kegiatan ekonomi seperti Batam. Menurutnya, nilai strategis Batam tidak hanya terletak pada sektor industri, tetapi juga pada kemampuan masyarakatnya menjaga kerukunan dan keamanan sosial.
Forum ini juga diikuti oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat, serta lembaga masyarakat sipil lainnya. Pertemuan tersebut bertujuan menyelaraskan kebijakan perlindungan hak-hak sipil, termasuk kebebasan berekspresi dan kebebasan berkumpul sebagaimana dijamin dalam Pasal 28E UUD 1945.
634 Ribu Ormas Jadi Aset Nasional
Berdasarkan data Kemendagri per 7 November 2025, terdapat 634.734 organisasi kemasyarakatan yang aktif di Indonesia. Arudji menilai jumlah tersebut merupakan aset besar yang harus diberdayakan untuk mendukung pembangunan nasional. Namun demikian, penguatan kapasitas, pengawasan, dan pembinaan tetap menjadi kunci agar ormas berperan produktif.
Pemerintah daerah dipandang memiliki peran penting dalam membina ormas melalui prinsip pemberdayaan yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kontribusi Ormas dalam Menjaga Stabilitas dan Kepercayaan Investor
Dalam konteks investasi, ormas disebut memiliki kontribusi strategis. Di Batam, meningkatnya investasi dipengaruhi oleh stabilitas sosial yang kuat, partisipasi publik yang positif, kepastian hukum, dan iklim demokrasi yang sehat. Kehadiran ormas yang aktif menjaga kondisi tersebut berperan besar menurunkan risiko konflik sosial.
Dampaknya, transparansi meningkat, akuntabilitas publik membaik, dan kepercayaan investor semakin tinggi. Kondisi tersebut turut mendorong minat investasi berkelanjutan di berbagai sektor industri.
Momentum Meneguhkan Komitmen Demokrasi dan Stabilitas Nasional
Forum yang diselenggarakan Kemenko Polkam ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen menjaga kebebasan sipil sebagai syarat utama demokrasi yang sehat. Selain itu, forum ini memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional.
Penguatan demokrasi, keamanan, dan investasi harus dikelola secara seimbang agar tujuan pembangunan nasional dapat tercapai. Dengan meningkatnya jumlah ormas yang kini melampaui 630 ribu, upaya pembinaan, pengawasan, dan pemberdayaan menjadi krusial agar potensi besar tersebut dapat dimaksimalkan bagi perekonomian Indonesia.***(SB)
SupersemarNewsTeam